‎Peserta Soroti Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026, BPS Aceh Tengah Berikan Klarifikasi

- Editor

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH – Sejumlah peserta rekrutmen Mitra Statistik untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mempertanyakan transparansi proses seleksi yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Tengah. Sorotan muncul setelah pengumuman hasil akhir diterbitkan dan ditemukan perbedaan jumlah peserta yang dinyatakan lulus dengan jumlah anggota dalam grup koordinasi mitra.

Proses pendaftaran Mitra Statistik Sensus Ekonomi 2026 berlangsung pada 8 hingga 11 Mei 2026 dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Para peserta mengikuti berbagai tahapan seleksi yang ditetapkan, mulai dari seleksi administrasi hingga wawancara.

Berdasarkan pengumuman resmi yang dipublikasikan melalui media sosial penyelenggara, sebanyak 203 peserta dinyatakan lulus. Namun, sejumlah peserta mengaku mempertanyakan jumlah anggota yang tergabung dalam grup WhatsApp Mitra Sensus Ekonomi 2026 yang disebut mencapai sekitar 294 orang.

“Kalau yang diumumkan lulus hanya 203 orang, lalu sekitar 91 orang lainnya berasal dari mana? Ini yang menjadi pertanyaan kami,” ujar salah seorang peserta yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurutnya, hingga kini belum ada penjelasan yang dipahami seluruh peserta terkait perbedaan jumlah tersebut. Selain itu, peserta juga menyoroti dugaan adanya prioritas bagi mitra statistik yang telah bertugas pada tahun sebelumnya.

“Di dalam brosur maupun pengumuman resmi tidak pernah dijelaskan bahwa mitra tahun sebelumnya akan otomatis lolos atau mendapatkan perlakuan khusus. Kalau memang ada kebijakan seperti itu, seharusnya disampaikan sejak awal agar semua peserta memahami mekanisme seleksi yang berlaku,” katanya.

Peserta juga mempertanyakan sistem penilaian yang disebut menggunakan peringkat atau rangking. Menurut mereka, tidak ada publikasi nilai maupun peringkat peserta sehingga dasar penentuan kelulusan sulit diketahui.

“Panitia pernah menyampaikan bahwa kelulusan berdasarkan rangking tertinggi. Namun sampai pengumuman keluar, tidak ada nilai ataupun peringkat yang dipublikasikan. Akibatnya peserta tidak mengetahui posisi maupun hasil evaluasi mereka,” ujarnya.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Kasubbag Umum BPS Aceh Tengah, Nafis Bahraien, memberikan penjelasan saat dikonfirmasi di Kantor BPS Aceh Tengah, Jumat (12/6/2026).
‎Menurut Nafis, sebelum pembukaan rekrutmen tambahan, BPS Aceh Tengah telah memiliki sekitar 200 orang mitra yang masuk dalam database tahun 2025.

‎Sementara kebutuhan petugas untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Aceh Tengah mencapai sekitar 258 orang.

“Kurang lebih sudah ada petugas yang masuk dalam database tahun 2025. Karena kebutuhan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Aceh Tengah sekitar 258 orang, maka terlebih dahulu ditawarkan kepada mitra yang sudah ada dalam database tersebut,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa dari database mitra tahun 2025, sekitar 150 orang bersedia dan memenuhi kebutuhan awal pelaksanaan sensus ekonomi. Karena masih terdapat kekurangan petugas, BPS kemudian membuka rekrutmen tambahan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Karena masih kekurangan sekitar 90 orang, maka dilakukan rekrutmen tambahan. Kurang lebih ada sekitar 300 orang yang mendaftar secara online,” katanya.

Nafis menjelaskan, tidak semua pendaftar dapat melanjutkan ke tahap berikutnya karena sebagian tidak melengkapi persyaratan administrasi yang diwajibkan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan administrasi, ada yang lulus dan ada yang tidak. Beberapa peserta tidak mengunggah dokumen yang dipersyaratkan seperti KTP dan berkas lainnya,” ujarnya.

Selanjutnya, peserta yang lolos administrasi mengikuti tahapan wawancara. Menurutnya, penilaian wawancara dilakukan oleh panitia yang telah ditunjuk untuk menilai kelayakan peserta.

“Dalam wawancara ada penilaian dari panitia. Peserta juga ditanyakan mengenai kegiatan sehari-hari. Ada yang memiliki aktivitas lain yang cukup padat sehingga dinilai tidak memungkinkan untuk dilibatkan dalam kegiatan sensus ekonomi,” jelas Nafis.

Terkait pertanyaan mengenai sistem perangkingan, ia menegaskan bahwa proses seleksi menggunakan sistem peringkat.

” Dari pusat juga tidak ada instruksi khusus untuk membuka pendaftaran petugas sensus ekonomi. Yang ada adalah pembentukan mitra atau database. Penilaian dilakukan berdasarkan seleksi administrasi dan wawancara oleh panitia,” tegasnya.

Nafis menambahkan, peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan masuk ke dalam database mitra BPS. Database tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan statistik lainnya sesuai kebutuhan BPS di masa mendatang.

“Kalau untuk mitra, yang sudah lulus akan masuk dalam database. Apabila ada kegiatan statistik lainnya ke depan, mereka bisa dilibatkan sesuai kebutuhan.

Sedangkan petugas yang sudah terlibat dalam Sensus Ekonomi 2026 belum tentu kembali dilibatkan dalam kegiatan berikutnya,” katanya.

Meski telah ada klarifikasi dari BPS Aceh Tengah, sejumlah peserta berharap mekanisme rekrutmen ke depan dapat disosialisasikan secara lebih rinci sejak awal, termasuk terkait penggunaan database mitra tahun sebelumnya, kebutuhan tenaga lapangan, serta mekanisme penilaian peserta.

Transparansi dalam proses rekrutmen dinilai menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan publik, terutama dalam program strategis nasional yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

‎Dengan adanya penjelasan resmi dari BPS Aceh Tengah, diharapkan berbagai pertanyaan yang berkembang di kalangan peserta dapat memperoleh kejelasan dan tidak menimbulkan spekulasi yang berlarut-larut.

Baca Juga:  Rutan Bener Meriah Gelar Pencanangan dan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas 

Berita Terkait

‎Babinsa Koramil 08/Silih Nara Gotong Royong Bersama Warga Bersihkan Lingkungan di Desa Rusip
‎Babinsa Koramil 08/Silih Nara Gotong Royong Bersama Warga Wih Sagi Indah
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kebahagiaan Maimunah Terwujud Lewat Rumah Layak Huni dari Polres Aceh Tengah
Peserta Soroti Dugaan Ketidaktransparanan Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026
Lepas Ekspor Kopi Gayo Wine 19,2 Ton Ke Dubai, Bupati Haili Yoga : Ini Bukti Bahwa Anak Muda Mampu Bekerja
‎Asri Raih Kemenangan Telak, Terpilih Menjadi Reje Desa Jongok Meluem Periode 2026–2032
Bupati Haili Yoga Hadir Dalam Kegiatan Khataman Al-Quran Ke 22 kali TPA Hidayatul Mubtadi’in Kampung Despot Linge
‎Babinsa Koramil 10/Celala Bersama Warga Gotong Royong Cor Jalan Akses Menuju Kebun di Desa Sepakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:03 WIB

‎Babinsa Koramil 08/Silih Nara Gotong Royong Bersama Warga Bersihkan Lingkungan di Desa Rusip

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

‎Babinsa Koramil 08/Silih Nara Gotong Royong Bersama Warga Wih Sagi Indah

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:50 WIB

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kebahagiaan Maimunah Terwujud Lewat Rumah Layak Huni dari Polres Aceh Tengah

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:40 WIB

‎Peserta Soroti Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026, BPS Aceh Tengah Berikan Klarifikasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:11 WIB

Peserta Soroti Dugaan Ketidaktransparanan Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:47 WIB

‎Asri Raih Kemenangan Telak, Terpilih Menjadi Reje Desa Jongok Meluem Periode 2026–2032

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:56 WIB

Bupati Haili Yoga Hadir Dalam Kegiatan Khataman Al-Quran Ke 22 kali TPA Hidayatul Mubtadi’in Kampung Despot Linge

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:32 WIB

‎Babinsa Koramil 10/Celala Bersama Warga Gotong Royong Cor Jalan Akses Menuju Kebun di Desa Sepakat

Berita Terbaru