Takengon – Inovasi tata kelola pemerintahan yang diterapkan Reje Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, mendapat apresiasi dalam kegiatan Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) yang digelar di Universitas Indonesia.
Dalam forum yang mempertemukan kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, Reje Kampung Keramat Mupakat, Iman Ahmadi, mempresentasikan inovasi desa yang berfokus pada penertiban pendatang serta pendataan rumah kontrakan sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat.
Melalui pemaparannya, Iman Ahmadi menjelaskan bahwa inovasi tersebut bertujuan membangun sistem administrasi yang lebih tertib dengan melakukan pendataan terhadap warga pendatang, meningkatkan tanggung jawab pemilik rumah kontrakan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah kampung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu mencegah penyalahgunaan rumah kontrakan untuk aktivitas yang bertentangan dengan hukum maupun norma-norma sosial yang berlaku di tengah masyarakat.
Paparan tersebut mendapat perhatian dari para peserta KDMK karena dinilai sebagai inovasi yang sederhana, mudah diterapkan oleh desa lain, namun memiliki dampak nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman.
Bagi Pemerintah Kampung Keramat Mupakat, inovasi tidak hanya dimaknai sebagai penerapan teknologi, tetapi juga menghadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh warga.
Iman Ahmadi berharap pengalaman dan praktik baik yang diperoleh selama mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus di Universitas Indonesia dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pembangunan di Kampung Keramat Mupakat.
“Membangun desa bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun ketertiban, keamanan, dan kepercayaan masyarakat,” ujar Iman Ahmadi.
Partisipasi Reje Kampung Keramat Mupakat dalam forum nasional tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Aceh Tengah sekaligus menunjukkan bahwa inovasi di tingkat desa mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan tata kelola pemerintahan dan keamanan masyarakat di Indonesia.






