TAKENGON — Banjir bandang akibat luapan Sungai Jamboaye terus meluas dan semakin parah di Kampung Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Hingga Kamis (27/11/2025), tercatat delapan unit rumah warga hanyut, puluhan rumah lainnya terendam, serta fasilitas pendidikan SDN 11 Linge mengalami kerusakan berat.
Banjir yang terjadi mulai Rabu siang tersebut dipicu curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Aceh Tengah selama beberapa hari terakhir. Air sungai yang berada di tengah permukiman meluap dan menyeret material kayu serta lumpur, lalu menerjang Dusun Binje dan sejumlah titik pemukiman lainnya.
Aparat kampung bersama warga menyebut ketinggian banjir mencapai pinggang hingga dada orang dewasa di beberapa lokasi. Hingga dini hari, air masih belum surut dan cuaca masih dilaporkan hujan lebat.
Selain merusak rumah warga, banjir juga menyebabkan jembatan penghubung utama Kampung Pantan Nangka—yang menghubungkan Dusun Binje, Dusun Genteng, Gewat, dan Mungkur—tidak dapat dilalui akibat tertutup tumpukan kayu, lumpur, dan sampah.
Puluhan kepala keluarga kini mengungsi ke beberapa titik aman, di antaranya pos darurat desa, rumah kerabat, dan gedung yang tidak terdampak banjir.
SDN 11 Linge menjadi salah satu fasilitas publik yang terdampak berat. Sejumlah ruangan dipenuhi lumpur, perabot sekolah rusak, serta dokumen penting ikut hanyut terbawa banjir.
“Sekolah tidak bisa digunakan sementara waktu, kerusakan cukup parah,” ujar salah satu perangkat kampung yang ditemui di lokasi.
Hingga berita ini ditayangkan, aparat kampung dan relawan masih melakukan pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta jumlah warga terdampak. Meski kerusakan cukup besar, tidak ada laporan korban jiwa.
Ketua RGM Kampung Pantan Nangka menyampaikan pesan kepada warga agar tetap waspada dan tidak panik.
“Ini ujian dari Allah SWT. Kita harus bersabar, tetap waspada dan terus berdoa agar musibah ini segera berlalu. Jangan beraktivitas di area sungai dan daerah rawan longsor,” ucapnya.
Ia juga berharap adanya respon cepat dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk membantu warga terdampak.
Saat ini kondisi di lokasi masih diguyur hujan, sementara warga bersama aparat desa dan relawan bergotong royong membersihkan jalur sungai dan memindahkan barang-barang yang masih dapat diselamatkan.






