Kaliber Bongkar Borok Dana Desa 2025: Program Titipan Oknum Ketua DPRK Diduga Rampok APBDes di Bambel dan Leuser

- Editor

Kamis, 22 Januari 2026 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara- pilargayonews.com |Dana Desa yang sejatinya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat kembali diduga dijadikan ladang bancakan elite politik di Kabupaten Aceh Tenggara. Dua program mencurigakan—pengadaan bibit kakao di Kecamatan Bambel dan pembukaan jalan desa di Kecamatan Leuser—diduga kuat sebagai program titipan ilegal yang disusupkan secara paksa ke dalam APBDes Tahun Anggaran 2025.

Kaliber Aceh secara terbuka menantang Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak lagi bermain aman dan segera membongkar dugaan kejahatan terstruktur ini hingga ke aktor utamanya.
Nama Oknum Ketua DPRK Mencuat, Diduga Jadi Sutradara

Ketua Kaliber Aceh, Zoel Kenedi (ZK Agara), menyebut bahwa publik tidak bodoh. Dalam investigasi lapangan, nama oknum Ketua DPRK Aceh Tenggara berinisial DN mencuat sebagai pihak yang diduga mengatur skenario dari balik layar.

“Ini bukan kebetulan. Ini pola. Program muncul tiba-tiba, anggaran membengkak, desa ditekan. Kalau bukan permainan elite, lalu ini apa?” tegas ZK Agara.

Dana Desa Dijarah, Desa Dipaksa Tunduk
Pengadaan bibit kakao di Bambel disebut menyedot Rp6–18 juta per desa, sementara proyek pembukaan jalan di Leuser menghabiskan ratusan juta rupiah per desa. Angka ini dinilai sengaja dipaksakan, tanpa mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat.
“Desa tidak butuh program titipan. Desa butuh air bersih, kesehatan, ketahanan pangan. Tapi Dana Desa malah diperas untuk kepentingan segelintir elite rakus,” kecam ZK Agara.
Musyawarah Desa Dilewati, Demokrasi Desa Dibunuh
Yang paling mencolok, dua program ini diduga tidak pernah dibahas dalam Musdus, Musdes, maupun Muscam. Artinya, seluruh proses demokrasi desa diinjak-injak.
Namun secara ajaib, program tersebut tiba-tiba muncul dalam APBDes 2025.
“Ini bukan lagi pelanggaran administratif. Ini pembunuhan sistematis terhadap kedaulatan desa,” ujar ZK agara dengan nada keras.

Baca Juga:  Tak Butuh Waktu Lama Polres Bener Meriah Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Pasutri

Sejumlah pengulu disebut takut dan tertekan, karena program datang dengan aroma perintah, bukan musyawarah. Ada dugaan kuat intervensi kekuasaan yang membuat desa tidak berani menolak.
Diduga Langgar Permendes, Tapi Dibiarkan

Kaliber Aceh menegaskan, praktik ini secara terang-terangan melanggar Permendes Nomor 21 Tahun 2020, yang mewajibkan perencanaan partisipatif dan transparan.

“Ini jelas penumpang gelap Dana Desa. Diselundupkan di tengah jalan, dipaksakan lewat tekanan kekuasaan, lalu uang desa disedot,” ungkapnya.
Bahkan, ZK Agara menyebut adanya dugaan peran oknum camat dan pengulu tertentu sebagai jembatan kotor untuk meloloskan program ini.

Kaliber Tantang APH: Bongkar atau Ikut Terseret
Kaliber Aceh tidak lagi meminta, tapi menantang APH—Polisi, Kejaksaan, hingga Kejaksaan Agung RI cq Jampidsus—untuk:
Memanggil seluruh pengulu Kecamatan Bambel dan Leuser
Mengusut alur masuknya program titipan ke APBDes 2025
Membongkar dugaan pemufakatan jahat antara pejabat dan kepala desa
Menyeret aktor intelektual, bukan hanya tumbal di bawah
“Kalau APH masih diam, publik berhak bertanya: siapa sebenarnya yang dilindungi? Dana Desa bukan warisan elite, tapi hak rakyat,” tegas ZK Agara.

Dana Desa Bukan Milik Pejabat, Rakyat Tidak Akan Diam
Kaliber Aceh menutup pernyataannya dengan peringatan keras:

“Satu rupiah Dana Desa pun wajib dipertanggungjawabkan. Jika aparat gagal bertindak, maka rakyat akan mencatat siapa yang membiarkan perampokan ini terjadi.”

Berita Terkait

SPPG Kemala Bhayangkari Gelar Pelatihan Sertifikasi Penjamah Makanan bagi Petugas
‎Enam Rumah Hangus Terbakar di Desa Bukit Kebayakan
Pemkab Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Keenam Kalinya
‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Bantu Warga Cor Rumah di Blang Kolak II
Plt Kadis Pendidikan Aceh, Murthalamuddin Semangati Guru dan Pelajar di Seluruh Aceh Dengan Berkeliling
KALIBER Soroti Proyek Jalan Sirtu dan Jembatan Beton APBN 2025 di Telaga Mekar, Diduga Sarat Penyimpangan dan Mark Up Anggaran
TNI Yonzipur Rapungkan Jembatan Darurat Berawang Gajah, Empat Kampung di Aceh Tengah Tak Lagi Terisolir
KALIBER Desak Kajari Aceh Tenggara Usut Tuntas Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Kute Lawe Sigala Barat Jaya TA 2024
Berita ini 127 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:16 WIB

SPPG Kemala Bhayangkari Gelar Pelatihan Sertifikasi Penjamah Makanan bagi Petugas

Minggu, 25 Januari 2026 - 05:11 WIB

‎Babinsa Koramil 04/Bintang Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Kala Bintang

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:16 WIB

Respon Cepat Polres Aceh Tengah Datangi Lokasi Kebakaran, Lakukan Pengamanan dan Bantu Pemadaman

Sabtu, 24 Januari 2026 - 05:28 WIB

‎ ‎Progres Pembangunan Jembatan Gantung Kala Ili Capai 14,40 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:01 WIB

‎Enam Rumah Hangus Terbakar di Desa Bukit Kebayakan

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:05 WIB

‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Gelar Karya Bhakti TNI di Kantor Desa Keramat Mupakat

Kamis, 22 Januari 2026 - 11:21 WIB

Pemkab Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Keenam Kalinya

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:21 WIB

‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Bantu Warga Cor Rumah di Blang Kolak II

Berita Terbaru

Aceh Tengah

‎Enam Rumah Hangus Terbakar di Desa Bukit Kebayakan

Jumat, 23 Jan 2026 - 13:01 WIB