ACEH TENGAH – Progres penormalan infrastruktur kelistrikan di sejumlah desa dalam wilayah teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah terus dikebut hingga Sabtu (14/2/2026) pukul 18.00 WIB.
Di Kecamatan Linge, upaya pemulihan jaringan listrik dilakukan di Desa Jamat, Reje Payung, Delung Sekinel, dan Kute Reje oleh tim gabungan bersama pihak PLN.
Berdasarkan data lapangan, kondisi kelistrikan saat ini masih dalam tahap penormalan. Untuk Desa Reje Payung progres telah mencapai 100 persen. Sementara Desa Jamat mencapai 85 persen, Desa Delung Sekinel 75 persen, dan Desa Kute Reje masih sekitar 20 persen.
Proses perbaikan menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Di Dusun Nasoh, Desa Jamat, pemasangan tiang baru harus dilakukan secara manual karena akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun mobil crane. Tiang listrik terpaksa dipikul oleh personel dan warga melewati medan sulit.
Personel Koramil 05/Linge turut melaksanakan pengamanan sekaligus membantu pelangsiran tiang listrik secara manual bersama masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak tujuh tiang listrik telah berhasil dipasang.
Arus listrik dilaporkan sudah masuk ke dua dusun lainnya, yakni Dusun Jamat dan Dusun Ulun Bayur.
Sementara itu, pihak PLN Unit Takengon membagi tim pengerjaan menjadi dua kelompok dengan total 19 personel. Di Desa Reje Payung dilakukan pengecekan ulang serta pemutusan kabel yang masih tersambung ke genset. Selain itu, dilakukan pengambilan kabel, tiang cadangan, serta peralatan lainnya dari Kalaili, Desa Linge.
Di Desa Jamat, khusus Dusun Nasoh, seluruh tiang telah terpasang dan saat ini tinggal pemasangan kabel, menunggu proses pelangsiran dari Kalaili. Sedangkan di Desa Delung Sekinel, termasuk Desa Tekur dan Blang Pertik, tiang telah terpasang seluruhnya dan juga menunggu distribusi kabel dari lokasi yang sama.
Untuk Desa Kute Reje, progres pengerjaan masih 20 persen dan sementara dipending karena sebagian masyarakat telah pindah ke Desa Delung Sekinel akibat banjir dan longsor.
Satu unit trafo juga telah disiagakan di Desa Delung Sekinel guna menambah daya untuk tiang tower jaringan seluler.
Namun, pengangkutan trafo terkendala akses jalan karena kendaraan roda empat tidak dapat masuk ke lokasi. Trafo harus digotong secara manual melewati sungai dengan jarak sekitar dua kilometer, sementara kondisi debit air saat ini masih deras.
Upaya percepatan terus dilakukan dengan harapan seluruh desa terdampak segera kembali menikmati pasokan listrik secara normal.








