Aceh Tenggaraku Sayang, Aceh Tenggaraku Malang

- Editor

Rabu, 2 Juli 2025 - 04:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ketua LSM Kaliber Aceh, Zoel Kenedi

Kutacane — pilargayonews.com |
Sulit rasanya mengatakan bahwa kondisi Aceh Tenggara pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada) saat ini dalam keadaan aman, damai, apalagi tenteram. Suasana di warung-warung kopi kawasan Kota Kutacane masih diwarnai kecemasan berlebihan. Masyarakat cenderung enggan membicarakan politik, bahkan sekadar mempergunjingkan dinamika pasca-pemilu pun terasa gamang.

Kondisi ini tak lepas dari carut-marut implementasi program pemerintahan baru. Janji perubahan dan slogan “perbaikan” yang digaungkan saat kampanye, nyatanya belum menampakkan hasil nyata. Program unggulan yang diharapkan masyarakat justru tenggelam di balik agenda-agenda seremonial yang tak menyentuh kebutuhan rakyat. Yang terlihat justru “program hore-hore” — kegiatan yang lebih banyak bersifat simbolik daripada substantif.

Dari sudut pandang saya, potret Aceh Tenggara hari ini masih menyedihkan. Masih ada anak-anak putus sekolah berkeliaran, pengemis jalanan yang tak tersentuh bantuan sosial, serta petani yang terus mengeluhkan mahalnya harga pupuk yang jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Ironisnya, elit-elit politik justru sibuk berebut “kue kekuasaan”, termasuk yang bersumber dari dana desa, sementara rakyat yang dulu menyumbangkan suara dalam Pilkada kini kembali dilupakan.

Aceh Tenggara 51 Tahun, Tapi Masih Gagap Melangkah

Tepat pada 26 Juni 2025, Kabupaten Aceh Tenggara genap berusia 51 tahun — usia yang secara administrasi tergolong dewasa. Namun, dari cara pemerintahannya berjalan, kabupaten ini masih seperti anak kecil yang baru belajar berdiri dan menyuap nasi sendiri.

Baca Juga:  Tiga Rumah di Bener Meriah Ludes Terbakar, Polisi Turun Bantu Bersihkan Material Sisa Kebakaran

Rangkaian peringatan HUT ke-51 Aceh Tenggara pun jauh dari harapan. Alih-alih menjadi ajang refleksi dan penghargaan kepada para tokoh pejuang pemekaran kabupaten, yang terjadi justru seolah memperlihatkan bahwa Aceh Tenggara hanya milik segelintir elite — khususnya para aparatur desa dan pegawai yang setiap tahun menjadi peserta utama dalam acara seremonial.

Tidak ada penghargaan istimewa bagi tokoh-tokoh yang telah berjasa membentuk kabupaten ini. Seperti pepatah, “bagai kacang lupa akan kulitnya”, Pemerintah Aceh Tenggara seakan menutup mata pada sejarah.

Sebagai aktivis, saya merasa perlu untuk bertanya: haruskah kita terus menunggu masa kejayaan Aceh Tenggara di tangan pemimpin baru? Atau justru sekaranglah waktunya untuk bergerak, menggugah kesadaran rakyat, dan menciptakan revolusi damai demi perubahan yang nyata?

Slogan perbaikan tidak boleh hanya menjadi omong kosong. Jangan bangga semata karena berhasil memulangkan seseorang dari luar negeri — itu tugas seorang pemimpin, bukan prestasi luar biasa.

Jika pemimpin hanya pandai menciptakan acara seremonial tanpa arah, dan rakyat tetap hidup dalam penderitaan struktural, maka sejatinya kita sedang mundur, bukan maju.

Aceh Tenggara bukan milik elit. Aceh Tenggara adalah milik rakyat.

Berita Terkait

Pemkab Aceh Tengah Miliki Excavator Mini, Untuk Mendukung Percepatan Penanganan Bencana
Hujan Deras Amblaskan Jembatan Bintang-Serule, Polisi Bergerak Cek Lokasi dan Koordinasikan Perbaikan
Pendamping Desa Apresiasi Inovasi Keramat Mupakat Perkuat Ketahanan Iklim dan Pangan
‎Dr. Rasidah Resmi Ditunjuk sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah
Bupati Haili Yoga Ikut Sensus Ekonomi, Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Kebijakan
Bupati Aceh Tengah Raih Award SMSI atas Gerakan Kebersihan
‎ ‎Bupati Aceh Tengah Terima SMSI Aceh Award 2026, Pengurus SMSI Aceh Tengah Turut Dikukuhkan
Catatan dari Kota Dingin ke Kuta Raja, Rombongan SMSI Aceh Tengah Serap Ilmu AI dan Jurnalisme di Rakerda I
Berita ini 241 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 06:23 WIB

Pemkab Aceh Tengah Miliki Excavator Mini, Untuk Mendukung Percepatan Penanganan Bencana

Rabu, 9 September 2026 - 05:31 WIB

Polisi Aceh Tengah dan Warga Kompak Gotong Royong, Jembatan Pilar Jaya Dikebut Agar Segera Terhubung

Rabu, 9 September 2026 - 05:29 WIB

Hujan Deras Amblaskan Jembatan Bintang-Serule, Polisi Bergerak Cek Lokasi dan Koordinasikan Perbaikan

Rabu, 9 September 2026 - 05:27 WIB

Pendamping Desa Apresiasi Inovasi Keramat Mupakat Perkuat Ketahanan Iklim dan Pangan

Rabu, 9 September 2026 - 05:19 WIB

Kodim 0106 Tanam 1.000 Pohon, Hijaukan Bintang Sambut HUT ke-81 TNI

Rabu, 9 September 2026 - 04:12 WIB

Bupati Haili Yoga Ikut Sensus Ekonomi, Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Kebijakan

Selasa, 8 September 2026 - 12:35 WIB

Bupati Aceh Tengah Raih Award SMSI atas Gerakan Kebersihan

Selasa, 8 September 2026 - 07:47 WIB

‎ ‎Babinsa Koramil 06/Jagong Hadiri Musyawarah Pembahasan dan Penetapan RKPK 2027 di Desa Paya Dedep

Berita Terbaru