TAKENGON | Pilargayonews.com — Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah mulai menunjukkan progres. Sejumlah akses jalan yang sebelumnya terputus kini mulai dapat dilalui setelah alat berat bekerja sejak Minggu (39/12/2025).
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tengah, Pijas Visara, mengatakan penanganan darurat difokuskan pada pembukaan jalur utama yang sebelumnya tertimbun material longsor akibat curah hujan ekstrem beberapa hari lalu.
“Pasca kondisi panik kemarin, pekerjaan pembukaan akses jalan terus berjalan. Sejauh ini tidak ada kendala berarti, hanya saja membutuhkan waktu karena titik longsor tersebar di sembilan kecamatan,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Salah satu prioritas penanganan saat ini berada di jalur nasional Pegasing–Isaq, di mana tercatat 21 titik longsor harus dibersihkan. Pijas menyebutkan alat berat telah beroperasi sejak pagi dan progres berjalan sesuai rencana.
“Saat ini alat berat bekerja di jalur Pegasing menuju Isaq. Ada 21 titik longsor yang sedang ditangani dan InsyaAllah dalam beberapa hari jalur ini bisa tembus,” katanya.
Selain itu, akses menuju Kecamatan Bintang juga mulai dibuka. Dua unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.
“Kami berupaya membuka bagian jalan utama menuju Kecamatan Bintang. Targetnya, 21 titik longsor dapat dibersihkan dalam dua hari ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, beberapa wilayah lain seperti Kecamatan Silih Nara, Kute Panang, Ketol, Lut Tawar, dan Jagong Jeget dilaporkan sudah bisa dilalui kendaraan meski masih dalam kondisi terbatas.
Pijas menegaskan bahwa seluruh upaya difokuskan pada pemulihan akses masyarakat, terutama jalur logistik, layanan kesehatan, dan distribusi bantuan.
“Semoga proses ini berjalan lancar dan semua jalur segera terbuka. Kami terus bekerja di lapangan,” tutupnya sebelum kembali menuju lokasi penanganan.








