Takengon – pilargayonews.com |Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tengah Drs. Ishal, dan Direktur RSUD Datu Beru, dr. Gusnarwin, mendampingi kunjungan Tim Penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka verifikasi lapangan Penilaian Adipura 2025 bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru, Kamis (28/08/2025).
Tim penilai Adipura diterima secara resmi di Aceh Tengah sebelum melaksanakan peninjauan ke sejumlah titik pantau utama yang menjadi indikator penilaian kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Kunjungan ini menjadi bagian dari tahapan penting evaluasi menuju penghargaan Adipura tahun 2025.
Dalam agenda verifikasi, tim melakukan pengawasan langsung ke berbagai lokasi strategis, mulai dari fasilitas publik, sekolah, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mulie Jadi, TPS3R, ruang terbuka hijau, rumah sakit, hingga puskesmas. Setiap titik pantau menjadi parameter dalam menilai sejauh mana keseriusan daerah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Bupati Aceh Tengah menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap program peningkatan kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Menurutnya, keberhasilan dalam menciptakan daerah yang bersih dan sehat sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat serta sinergi antar perangkat daerah.
“Bukan hanya ketika ada penilaian Adipura saja kita menjaga kebersihan. Di RSUD Datu Beru misalnya, saya selalu memantau langsung pelayanan dan kebersihannya setiap pagi. Jadi ini sudah menjadi budaya bersama”, tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah. “Akhirnya kita harus merubah mindset, bahwa sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau Aceh Tengah tidak bisa menjadi nomor dua, nomor satu pun tidak apa-apa. Yang penting perilaku bersih menjadi kebiasaan sehari-hari”, ujarnya dengan nada bercanda.
Tim penilai yang hadir dalam verifikasi kali ini adalah Achdyawan Wenda Keynesandy, S.Pt., dan Ike Mediawati, S.Si., M.Sc. Mereka akan melakukan peninjauan dan evaluasi lapangan selama tiga hari penuh di Aceh Tengah.
Menurut Tim Penilai, indikator Adipura bukan sekadar menilai tampilan fisik kebersihan suatu kota, tetapi juga bagaimana keberlanjutan program lingkungan berjalan melalui kebijakan, partisipasi masyarakat, dan inovasi pemerintah daerah.
Kegiatan verifikasi ini juga menjadi momentum penting bagi Kabupaten Aceh Tengah untuk menunjukkan komitmen dalam menjaga kebersihan, kesehatan lingkungan, serta kualitas pelayanan publik.
Dengan kerja sama semua pihak, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah optimis mampu meraih hasil terbaik dalam Penilaian Adipura 2025, sekaligus memperkuat budaya bersih dan sehat di tengah masyarakat Tanoh Gayo.