Takengon – pilargayonews.com |Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, bersama Ketua DPRK Aceh Tengah, Fitriana memantau langsung proses pencarian korban jiwa longsor di Dusun Ayangan, Kampung Jongok Meluem, Kecamatan Kebayakan, Jumat (02/01/2026) menjelang pelaksanaan salat Jumat.
Hingga hari ke-39 pascakejadian, jasad Razullun Irfan (23), anak dari imam dusun setempat, masih belum berhasil ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan menggunakan alat berat, dengan fokus pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban.
Musibah longsor tersebut merupakan bagian dari bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah sejak akhir November 2025. Hingga saat ini, bencana tersebut telah berlangsung selama 36 hari dan meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat.
Di lokasi kejadian terlihat material longsoran berupa tanah dan bebatuan yang turun dari gunung dengan volume diperkirakan mencapai ratusan meter kubik. Proses penggalian dengan alat berat turut disaksikan oleh masyarakat yang memadati area sekitar untuk melihat langsung upaya pencarian.
Diketahui, peristiwa longsor terjadi pada Rabu, 26 November 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, 17 unit rumah warga tertimbun material longsor, menyebabkan kerusakan parah dan memaksa masyarakat mengungsi.
Bupati Aceh Tengah menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya maksimal bersama tim gabungan dalam proses pencarian, seraya berharap korban segera ditemukan agar dapat dimakamkan secara layak.
“Kami terus berikhtiar dan berdoa agar korban segera ditemukan. Pemerintah daerah akan tetap mendampingi keluarga korban dan masyarakat yang terdampak musibah ini”, ucap Bupati di sela-sela peninjauan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca dan curah hujan yang masih intens dan berpotensi menimbulkan bencana susulan.






