Takengon – Komandan Kodim (Dandim) 0106/Aceh Tengah yang baru, Letkol Czi Rudy Haryanto, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan seluruh program dan inovasi yang telah dirintis oleh pendahulunya, sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan seluruh elemen masyarakat demi mempercepat pembangunan serta pemulihan pascabencana di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Letkol Czi Rudy Haryanto kepada awak media usai mengikuti Tradisi Penerimaan Warga Baru di Makodim 0106/Aceh Tengah, Senin (15/6/2026).
Dalam keterangannya, Letkol Rudy mengungkapkan bahwa Aceh Tengah bukanlah daerah yang asing baginya. Ia mengaku pernah datang ke daerah ini saat bertugas menangani bencana hidrometeorologi dan sejak saat itu tumbuh keinginan untuk dapat mengabdi di Tanoh Gayo.
”Saya pernah datang ke Aceh Tengah saat penanganan bencana hidrometeorologi. Waktu itu saya sempat memiliki mimpi bisa bertugas di sini. Alhamdulillah, Allah SWT mengaminkan doa tersebut dan hari ini saya mendapat amanah sebagai Dandim 0106/Aceh Tengah,” ujarnya.
Sebelum dipercaya memimpin Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Czi Rudy Haryanto menjabat sebagai Komandan Batalyon Zeni Tempur (Danyonzipur) 16/Dhika Anoraga di Aceh Besar. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki kedekatan emosional dengan Aceh Tengah karena satuan yang dipimpinnya ikut berperan dalam pembangunan sejumlah infrastruktur penting di wilayah ini.
Ia menjelaskan, dari enam jembatan Bailey yang dibangun di Aceh Tengah pascabencana, lima di antaranya dikerjakan oleh personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga.
”Saya sebenarnya sudah memiliki ikatan dengan Aceh Tengah. Dari enam jembatan Bailey yang dibangun di sini, lima di antaranya dikerjakan oleh anggota kami,” katanya.
Di balik pembangunan tersebut, tersimpan kisah pengabdian yang membekas di hatinya. Salah seorang prajurit Yonzipur 16 yang bertugas membangun Jembatan Bailey di
Pelang perbatasan antara Kecamatan Silih Nara dan Kecamatan Rusip Antara,
meninggal dunia akibat kecelakaan setelah menyelesaikan tugasnya.
“Di balik pembangunan jembatan itu ada pengorbanan. Salah satu anggota kami yang selesai bertugas membangun Jembatan Bailey di Paya Pelang mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Pengabdian itu menjadi bagian dari sejarah yang tidak akan kami lupakan,” ungkapnya.
Sebagai Dandim yang baru, Letkol Rudy menegaskan akan melanjutkan berbagai program positif yang telah dijalankan oleh Letkol Inf Raden Herman Sasmita. Menurutnya, kesinambungan program menjadi kunci agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.
“Saya akan melanjutkan program-program dan inovasi yang telah dilakukan Dandim sebelumnya. Program yang baik tentu harus diteruskan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan berbagai program prioritas yang menjadi arahan pimpinan TNI Angkatan Darat dan Kodam Iskandar Muda, di antaranya mendukung penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pembangunan jembatan, pembangunan sarana pendidikan, serta program-program teritorial lainnya.
Selain itu, pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Forkopimda, instansi terkait, dan seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami akan terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama membangun Aceh Tengah. Kami juga akan melanjutkan rehabilitasi pascabencana agar Aceh Tengah dapat kembali normal seperti sediakala,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Letkol Czi Rudy Haryanto berharap Aceh Tengah dapat segera bangkit sepenuhnya dari dampak bencana hidrometeorologi sehingga roda pembangunan dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
“Kami berharap Aceh Tengah segera pulih dari bencana. Kodim 0106/Aceh Tengah akan terus hadir bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendukung percepatan pemulihan serta menjaga stabilitas wilayah demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh Tengah,” pungkasnya.






