GMNI Desak Bupati Aceh Tengah Buka Data Penanganan Bencana hidrometeorologi Secara Transparan

- Editor

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah untuk membuka secara transparan seluruh data terkait penanganan bencana banjir akibat hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut.

Ketua GMNI Aceh Tengah, Saparuda IB, menilai selama ini data penanganan bencana, mulai dari penyaluran bantuan, jumlah pengungsi, hingga skema pemulihan pascabencana, belum sepenuhnya terbuka kepada publik.

“Transparansi sangat penting agar masyarakat mengetahui secara jelas langkah yang dilakukan pemerintah dalam menangani dampak bencana,” kata Saparuda dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Ia menilai upaya penanganan banjir yang selama ini terlihat masih cenderung bersifat seremonial dan belum menunjukkan langkah konkret dari dinas-dinas terkait.

Saparuda juga menyoroti proses pendataan kerusakan rumah yang menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Menurutnya, dinas tersebut memiliki kewenangan melakukan verifikasi terhadap kategori rumah rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.

Ia mengungkapkan bahwa pada Januari lalu dirinya sempat menghadiri rapat Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) di Gedung Ummi. Dalam forum tersebut, ia menyarankan agar pemerintah melibatkan relawan serta pengamat independen dalam proses pendataan agar hasilnya lebih akurat.
Namun, ia menyesalkan hingga saat ini usulan tersebut belum terealisasi.

“Kami hanya meminta satu hal, yakni membuka data bencana kepada publik,” ujarnya.

Saparuda juga mengungkapkan bahwa Bupati Aceh Tengah Haili Yoga sebelumnya telah menginstruksikan agar data korban bencana ditempel di kantor desa dan kantor camat untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat dari pendataan. Namun, menurutnya arahan tersebut belum dilaksanakan oleh Dinas Perkim.

“Akibatnya data menjadi tidak teratur dan menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Gubernur Muzakir Manaf Serahkan Aset Rp151 Miliar, Rumah Sakit Regional Resmi Jadi Milik Pemkab Aceh Tengah

Selain itu, GMNI juga menyoroti dugaan ketidakteraturan dalam proses pendataan oleh dinas teknis. Pihaknya mencurigai pendataan dilakukan secara acak, bahkan diduga berdasarkan informasi dari pihak yang tidak memiliki kewenangan langsung di lapangan saat bencana terjadi.

Menurut GMNI, hingga kini sejumlah informasi penting juga belum disampaikan secara terbuka kepada publik, seperti data rinci jumlah pengungsi per desa, daftar penerima bantuan, serta perkembangan penanganan banjir dan kerusakan infrastruktur.

Saparuda menilai jika data tersebut terus tertutup, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah berpotensi menurun.

“Masyarakat Aceh Tengah menunggu sikap tegas dari Pemkab untuk membuka data secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan dan polemik baru di tengah proses pemulihan korban banjir,” ujarnya.

Ia juga menyoroti berbagai bantuan yang datang, mulai dari bantuan kementerian hingga program hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), yang menurutnya masih menyisakan tanda tanya di kalangan masyarakat.

Karena itu, GMNI meminta Bupati Aceh Tengah tidak hanya menerima laporan dari dinas teknis, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pendataan dan penyaluran bantuan.

Menurut Saparuda, terdapat dugaan ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan, di mana sejumlah korban bencana justru tidak terdata dan tidak menerima bantuan, sementara ada warga yang bukan korban bencana tercatat sebagai penerima.

“Ini sangat keliru dan harus menjadi perhatian serius bagi Bupati Aceh Tengah,” katanya.

Ia menegaskan keterbukaan data menjadi kunci untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak serta mencegah munculnya persoalan baru dalam proses pemulihan pascabencana di Aceh Tengah.

Berita Terkait

‎Babinsa Koramil 07/Atu Lintang Pererat Silaturahmi Lewat Komsos di Desa Merah Muyang
Dari Inflasi hingga Infrastruktur, Forum Akselerator Negeri 2026 Bahas Isu Krusial Daerah
RSUD Datu Beru Rutin Adakan Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Setiap Tahun
Polres Aceh Tengah Tangkap Pria 60 Tahun, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak
‎Babinsa Rusip Antara Imbau Warga Pilar Jaya Waspada Bencana Musim Hujan
Jumat Berkah Polres Aceh Tengah Kembali Bagikan Makanan dan Bubur untuk Masyarakat di Depan Mapolres
Peresmian dan Peusejuk Jembatan Bailey di Bergang Berlangsung Khidmat, Perkuat Akses dan Pemulihan Wilayah
ACEH TENGGARA di Ujung Krisis : Kepemimpinan ManduL, Janji politik hanya Jadi Propaganda Kosong
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 06:22 WIB

‎Babinsa Koramil 07/Atu Lintang Pererat Silaturahmi Lewat Komsos di Desa Merah Muyang

Sabtu, 25 April 2026 - 13:15 WIB

RSUD Datu Beru Rutin Adakan Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Setiap Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 08:57 WIB

Polres Aceh Tengah Tangkap Pria 60 Tahun, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak

Sabtu, 25 April 2026 - 05:32 WIB

‎Babinsa Rusip Antara Imbau Warga Pilar Jaya Waspada Bencana Musim Hujan

Jumat, 24 April 2026 - 10:14 WIB

Peresmian dan Peusejuk Jembatan Bailey di Bergang Berlangsung Khidmat, Perkuat Akses dan Pemulihan Wilayah

Jumat, 24 April 2026 - 06:52 WIB

‎Wujud Kepedulian, Babinsa Aktif Komsos Bersama Warga di Celala

Kamis, 23 April 2026 - 10:41 WIB

Jaksa Menyapa: Sinergi Cegah Narkoba, Selamatkan Remaja dari Ancaman Narkotika

Kamis, 23 April 2026 - 10:17 WIB

Satgas Gulbencal Kodim 0106/Aceh Tengah Rampungkan Pemasangan Jembatan Bailey di Ketol

Berita Terbaru