Takengon – Hari pertama masuk sekolah pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah dilaksanakan secara darurat di tenda-tenda pengungsian. Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun dalam kondisi tidak ideal.
Hal tersebut disampaikan Bupati Haili Yoga saat siaran langsung program Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Senin pagi, 5 Januari 2026.
“Relawan sangat dibutuhkan, kita hadir untuk masyarakat kita. Meskipun situasi mengajar tidak memungkinkan dan tidak mungkin sempurna, anak-anak kita tetap harus sekolah”, ucap Bupati.
Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah melakukan persiapan beberapa hari terakhir menyikapi kondisi sejumlah sekolah yang terdampak bencana. Sebagian sekolah terpaksa melaksanakan pembelajaran di tenda-tenda darurat, bahkan ada sekolah yang masih layak namun digunakan sebagai tempat pengungsian warga.
Secara keseluruhan, jumlah satuan pendidikan di Aceh Tengah terdiri dari 204 SD, 58 SMP, 20 SMA, 6 SMK, serta sekolah di bawah Kementerian Agama yakni 56 MIN, 17 MTs, dan 12 MA.
Adapun sekolah yang saat ini melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat meliputi TK sebanyak 43 sekolah, SD 19 sekolah, SMP 5 sekolah, dan SMA 2 sekolah. Untuk madrasah, terdapat RA 2 sekolah, MIN 1 sekolah, dan MAS 1 sekolah yang juga belajar di tenda, salah satunya di wilayah Rusip Antara.
Selain itu, terdapat sekolah yang masih ditempati pengungsi sehingga pembelajaran dilakukan di tenda, yakni TK 28 sekolah, SD 19 sekolah, dan SMP 5 sekolah. Sementara sekolah yang masih layak dan saat ini dalam tahap pembersihan terdiri dari TK 20 sekolah, SD 15 sekolah, dan SMP 2 sekolah.
Bupati menambahkan, dari total 204 SD, sebanyak 183 sekolah atau sekitar 85 persen sudah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Untuk tingkat SMP, hanya 5 sekolah yang belum dapat melaksanakan pembelajaran, di antaranya SMP Negeri 22 dan SMP Negeri 26, sementara sekolah lainnya tetap berjalan normal.
“Kami sudah menginstruksikan seluruh kepala desa, camat, dan kepala dinas agar anak-anak tetap sekolah. Pagi hari mereka belajar meski hanya dua sampai tiga jam secara darurat, dan sore harinya tetap belajar pendidikan agama seperti biasa”, jelasnya.
Dalam upaya pemulihan psikologis siswa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah telah menerbitkan petunjuk teknis pelaksanaan trauma healing, dengan kegiatan senam pagi dan pembelajaran menyenangkan yang diterapkan di seluruh jenjang TK, SD, dan SMP.
Sementara itu, untuk mendukung fasilitas belajar siswa terdampak bencana, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) telah menyalurkan bantuan berupa 1.442 tas sekolah lengkap dengan alat tulis, yang telah diserahkan langsung kepada siswa melalui pihak sekolah.
Bupati Haili Yoga juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melaporkan kondisi sekolah darurat dan kerusakan fasilitas pendidikan kepada pemerintah provinsi dan pusat, serta mengajukan permohonan bantuan buku pelajaran, seragam sekolah, dan sarana pendukung lainnya bagi siswa yang rumah dan sekolahnya terdampak bencana.
“Walaupun tidak sempurna, sekolah darurat harus tetap layak. Ini menjadi prioritas kami, agar anak-anak tetap semangat dan tidak kehilangan masa depan”, pungkas Bupati.






