Koordinator Aliansi Masyarakat Gayo (AMG) mengungkap dugaan fiktif, manipulasi dalam proses ganti rugi lahan di balik proyek strategis nasional di perbatasan Aceh Utara–Bener Meriah.

- Editor

Minggu, 11 Mei 2025 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redelong,Pilargayonews.com — Proyek Waduk Krueng Keureuto yang membentang megah di utara Aceh ternyata menyisakan luka mendalam bagi warga Bener Meriah. Di balik deru alat berat dan aliran anggaran negara, muncul serangkaian kejanggalan yang mengarah pada dugaan pemalsuan, yang di duga menyebabkan hilangnya hak masyarakat, dan adanya dugaan permainan birokrasi.

 

Gilang Ken Tawar, Koordinator Aliansi Masyarakat Gayo (AMG), menyebut kasus ini bukan sekadar sengketa tanah biasa. “Nama-nama penerima ganti rugi yang tercantum di dokumen negara itu fiktif. Sementara pemilik asli masih hidup dan membayar pajak hingga hari ini,” ujarnya.

 

Gilang menyoroti peran ketua tim pengadaan tanah dan badan pertanahan Nasional (bpn) saat itu, yang menandatangani dokumen berisi daftar penerima ganti rugi. “Ia menandatangani daftar yang kami duga penuh manipulasi,” pasalnya pemerintahan desa Simpur, sebagian besar dari yang terdapat di peta nominatif tidak di kenali oleh pemerintahan desa tersebut alias otk,

Anehnya dalam tidak mempunyai admistrasi yang jelas badan pertanahan Nasional (bpn) bisa menetapkan seseorang dan masuk ke peta nominatif Tampa dasar alas hak yang jelas kata Gilang.

 

Tak hanya itu. Sebuah surat sporadik atas nama warga Aceh Utara bernama Saifullah muncul dengan klaim lahan 383 ribu meter persegi. Anehnya, surat ini ditandatangani oleh Reje Kampung Rusip—desa yang bahkan bukan bagian dari lokasi tanah tersebut.

Baca Juga:  Azza yang Sempat Hilang, Dipertemukan Kembali dengan Keluarganya oleh Kapolres Aceh Tengah

 

Warga penggarap/pemilik asli pernah membawa kasus ini ke Pengadilan Negeri Redelong Bener Meriah. Namun, tiga kali sidang berlangsung Pemda bener meriah dan beberapa pihak tergugat lainya terdapat di peta nominatif yang di buat oleh badan pertanahan Nasional (bpn) tidak hadir.

“ janggalnya lagi . Pengadilan malah menyarankan kami pindah ke PTUN, seolah ingin melempar tanggung jawab,” ujar Gilang.

 

Gilang selaku aktivis sempat juga berbincang/wawancara bersama Warga kemudian mencari peta nominatif sebagai dasar pengadaan lahan. Tapi yang ditemukan hanyalah sepotong spanduk buram sepanjang 20 meter, tak lagi bisa dibaca. Arsip resmi? .

 

Gilang meyakini, ada skenario besar yang dirancang rapi. “Kalau semua ini terjadi di balik proyek nasional, kita patut curiga. Ada hak masyarakat yang dihapus secara sistematis,” tegasnya.

 

Aliansi Masyarakat Gayo kini tengah menyiapkan laporan ke komnas ham , Ombudsman, dan lembaga antikorupsi. Mereka mendesak audit menyeluruh terhadap proses pengadaan tanah Waduk Krueng Keureuto yang di duga fiktif.

 

 

Editor: Yusra Efendi

Berita Terkait

HUT Ke-81 RI di Aceh Tengah Usung Konsep Pesta Rakyat, Masyarakat Diajak dan Ikut Berpartisipasi Aktif
‎Anggota Koramil 08/Silih Nara Bantu Percepat Pembangunan KDKMP Desa Arul Gele
‎ ‎Wujud Kepedulian Babinsa, Praka Syadiqen Cek Harga Sayur dan Kebutuhan Pokok di Pasar Desa
Pelatihan Berbasis Kompetensi Jadi Langkah Pemkab Aceh Tengah Cetak Tenaga Kerja Berkualitas
‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Bantu Warga Buka Lahan Tanam Bawang, Wujudkan Ketahanan Pangan di Aceh Tengah
‎Babinsa Koramil 06/Jagong Dampingi Warga Desa Bukit Sari Perkuat Ketahanan Pangan
Mendagri Serahkan Mobil Damkar Multifungsi Fire Hawk FWS 4000 kepada Pemkab Aceh Tengah
‎Koperasi Desa Merah Putih Kampung Kung Rampung 100 Persen, Warga Sambut Antusias: Dorong Ekonomi Desa Semakin Maju ‎
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:37 WIB

HUT Ke-81 RI di Aceh Tengah Usung Konsep Pesta Rakyat, Masyarakat Diajak dan Ikut Berpartisipasi Aktif

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:31 WIB

‎Anggota Koramil 08/Silih Nara Bantu Percepat Pembangunan KDKMP Desa Arul Gele

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:27 WIB

‎ ‎Wujud Kepedulian Babinsa, Praka Syadiqen Cek Harga Sayur dan Kebutuhan Pokok di Pasar Desa

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:56 WIB

Pelatihan Berbasis Kompetensi Jadi Langkah Pemkab Aceh Tengah Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:48 WIB

‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Bantu Warga Buka Lahan Tanam Bawang, Wujudkan Ketahanan Pangan di Aceh Tengah

Rabu, 8 Juli 2026 - 03:14 WIB

Mendagri Serahkan Mobil Damkar Multifungsi Fire Hawk FWS 4000 kepada Pemkab Aceh Tengah

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:18 WIB

‎Koperasi Desa Merah Putih Kampung Kung Rampung 100 Persen, Warga Sambut Antusias: Dorong Ekonomi Desa Semakin Maju ‎

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:55 WIB

‎Babinsa Koramil 06/Jagong Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Warga di Paya Tungel

Berita Terbaru