Pemimpin Daerah Yang Arogan Pantaskah di Sebut Sebagai Pimpinan Oleh Ketua Kaliber Aceh Zoel Kenedi

- Editor

Selasa, 22 Juli 2025 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – pilargayonews.com | Dunia maya beberapa hari kembali dihebohkan oleh aksi seorang pejabat daerah. Kali ini, Bupati Aceh Tenggara menjadi sorotan tajam setelah video kemarahannya saat monev dengan kepala desa se Aceh Tenggara beredar

Publik dan netizen menilai sikapnya yang meledak-ledak hanya karena insiden absensi seorang Kepala Desa beserta Ketua Badan Peemusyawaratn Kute ( BPK) sebagai cerminan arogansi kekuasaan.

Sungguh aneh Seorang Bupati namun berlagak seperti mafia berbicara tanpa ada tata Krama yang santun ,wajar kita menunjukkan ketegasan namun bukan seperti gaya Bupati itu sendiri seolah yang menjadi Perseta dalam monev silaturahmi dengan kepala desa tersebut adalah ajang menunjukan keegoisan.

Baca Juga:  Jempol untuk Kejari Aceh Tenggara, Komit Berantas Korupsi Dana Desa

Masih banyak bahasa yang seharusnya dikeluarkan , tampak tugas namun beringas yang terlihat ,bak macan mau menekam mangsa ,jikalau baqahan salah pun tidak seharusnya dimalukan dengan bahasa yang kurang berkenan diucapkan.

Harusnya dibina, bukan dimarahi di depan umum kayak anak kecil,” kalau Pemimpin bijak harusnya tegas memberi arahan ,namun Bupati Aceh Tenggara ini bukan menunjukan sikap tegas tapi preman pasar

Apa pantas Bupati ngomong seperti Preman
Kalau preman ya pantas kalau Seorang pemimpin Daerah ya jelas tidak pantas dan tidak etis

Berita Terkait

Masyarakat Nasabah Tuntut Evaluasi PT. PNM Mekar, Bupati Haili Lakukan Mediasi Kedua Belah Pihak
Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Bupati Aceh Tengah Ajak Tingkatkan Kualitas Shalat dan Kesabaran Pascabencana
‎ ‎Ketua KALIBER Aceh Bantah Tudingan Masuk Tanpa Izin ke Gudang BPBD Aceh Tenggara ‎
KALIBER Aceh Desak Audit Dana Desa Kuta Tengah Tahun 2022–2023, Diduga Sarat Penyimpangan
‎Dekna Cake Bersama BFLF Indonesia, Kongsi Kasih dan RIS Studio Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Kampung Tirmiara
Menteri Pertanian RI Terapkan Skema Padat Karya untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana, Upah Petani Dibayar Pemerintah Pusat
Dana Tunggu Hunian Cair, Di Tengah Pemulihan Bencana Warga Aceh Tengah Mulai Tersenyum
Dana Rp 10,7 Miliyar Jalan Nasional Kutacane -Gayo Lues Oleh PT. Segon Karya Alcantara Jadi tempat Hantu Bermain
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:42 WIB

Masyarakat Nasabah Tuntut Evaluasi PT. PNM Mekar, Bupati Haili Lakukan Mediasi Kedua Belah Pihak

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:50 WIB

Polsek Silih Nara dan Brimob Polda Aceh Gotong Royong Bantu Pembersihan dan Perbaikan Tempat Ibadah

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:18 WIB

Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Bupati Aceh Tengah Ajak Tingkatkan Kualitas Shalat dan Kesabaran Pascabencana

Jumat, 16 Januari 2026 - 12:46 WIB

Satgas Gulbencal TNI Bangun Jembatan Darurat Pasca Banjir dan Longsor di Desa Burlah

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:38 WIB

‎Dekna Cake Bersama BFLF Indonesia, Kongsi Kasih dan RIS Studio Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Kampung Tirmiara

Jumat, 16 Januari 2026 - 03:41 WIB

‎ ‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Laksanakan Karya Bhakti TNI di Desa Pendere Saril ‎

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:42 WIB

Kodim 0106/Aceh Tengah Salurkan Bantuan Logistik Pipa Untuk Air Bersih

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:57 WIB

Menembus Kampung Terpencil, Kapolres Aceh Tengah Hadirkan Senyum bagi Warga Terdampak di Kemukiman Wih Dusun Jamat

Berita Terbaru