Pengerjaan Proyek MCK PUPR Aceh Tenggara Tahun 2025 Swadaya Desa , Dinas PUPR sarang masalah

- Editor

Kamis, 23 Oktober 2025 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Pengerjaan proyek Mandi cuci kakus (MCK) oleh dinas PUPR Aceh Tenggara disinyalir syarat bermasalah. Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 yang seharusnya dikerjakan oleh pihak kelompok, akan tetapi seluruh di kuasai oleh oknum Pengulu (kepala desa). Bahkan pihak dinas PUPR setempat pun mengetahui seharusnya dalam proses pengerjaan bukan dikerjakan kelompok. Karena kita menduga antara oknum Pengulu dan dinas pupr ada kong kalikong untuk mendapatkan aliran uang haram dari pihak oknum Pengulu.

Hal itu diungkapkan oleh ketua LSM Kaliber Aceh Zoelkenedi kepada media ini.

Dia membeberkan berdasarkan hasil investigasi bahwa yang mendapat proyek Mck tahun ini sebanyak 13 desa, dengan rincian Rp 13 juta rupiah per unit bangunan Mck yang tersebar di beberapa kecamatan di kabupaten Aceh tenggara. Total anggaran mencapai Rp 435.000.000. (empat ratus tiga puluh lima juta rupiah), yang bersumber dari anggaran DAK.

Akan tetapi dalam pengerjaan proyek tersebut terjadi berbagai indikasi masalah diantaranya seperti, rendahnya nya kualitas material yang tidak sesuai spesifikasi pengerjaan, keterlambatan pengerjaan, arena lemahnya pengawasan dari dinas terkait. Sehingga efek ini dapat menimbulkan terjadinya indikasi korupsi.

Kemudian masalah umum yang muncul meliputi spesifikasi yang tidak sesuai bestek (misalnya, kedalaman galian pondasi atau ketebalan atap spandek), tidak adanya transparansi (misalnya, papan proyek tidak dipasang), hingga dugaan penggelembungan dana.
Contoh masalah yang mungkin terjadi
Kualitas material tidak sesuai: Penggunaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam dokumen perencanaan, seperti penggunaan pipa bukan tipe AW atau ketebalan atap spandek yang tidak sesuai standar.
Pelaksanaan tidak sesuai bestek: Pengerjaan yang menyimpang dari gambar teknis, contohnya kedalaman galian pondasi atau ketebalan pasangan pondasi yang tidak sesuai.
Keterlambatan: Pengerjaan proyek yang tidak selesai tepat waktu.
Kurangnya transparansi: Tidak adanya papan informasi proyek yang menjelaskan detail proyek, anggaran, dan pihak pelaksana.
Penggelembungan dana: Dugaan adanya pemotongan atau mark-up anggaran yang tidak sesuai dengan realisasi fisik di lapangan.
Korupsi: Tindakan korupsi dalam pengelolaan anggaran proyek, yang dapat berujung pada pidana bagi pihak yang bertanggung jawab. Jelas Zoelkenedi

Baca Juga:  ‎Progres Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili Capai 10,80 Persen

Tidak kapok kah Dinas tersebut.baru saja jadi sorotan.jika ini di biarkan Kaliber ACEH yakin tersangka
Susulan di dinas tersebut akan ada lagi ujar zk Agara

Untuk itu pihaknya berharap jika pengerjaan proyek tersebut selesai tentu saja bisa menjadi masalah, dan kami akan terus mengawal proses pengerjaan proyek ini sampai selesai tahun anggaran ini.

Berita Terkait

Pemkab Aceh Tengah Miliki Excavator Mini, Untuk Mendukung Percepatan Penanganan Bencana
Hujan Deras Amblaskan Jembatan Bintang-Serule, Polisi Bergerak Cek Lokasi dan Koordinasikan Perbaikan
Pendamping Desa Apresiasi Inovasi Keramat Mupakat Perkuat Ketahanan Iklim dan Pangan
‎Dr. Rasidah Resmi Ditunjuk sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah
Bupati Haili Yoga Ikut Sensus Ekonomi, Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Kebijakan
Bupati Aceh Tengah Raih Award SMSI atas Gerakan Kebersihan
‎ ‎Bupati Aceh Tengah Terima SMSI Aceh Award 2026, Pengurus SMSI Aceh Tengah Turut Dikukuhkan
Catatan dari Kota Dingin ke Kuta Raja, Rombongan SMSI Aceh Tengah Serap Ilmu AI dan Jurnalisme di Rakerda I
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 06:23 WIB

Pemkab Aceh Tengah Miliki Excavator Mini, Untuk Mendukung Percepatan Penanganan Bencana

Rabu, 9 September 2026 - 05:31 WIB

Polisi Aceh Tengah dan Warga Kompak Gotong Royong, Jembatan Pilar Jaya Dikebut Agar Segera Terhubung

Rabu, 9 September 2026 - 05:29 WIB

Hujan Deras Amblaskan Jembatan Bintang-Serule, Polisi Bergerak Cek Lokasi dan Koordinasikan Perbaikan

Rabu, 9 September 2026 - 05:27 WIB

Pendamping Desa Apresiasi Inovasi Keramat Mupakat Perkuat Ketahanan Iklim dan Pangan

Rabu, 9 September 2026 - 05:19 WIB

Kodim 0106 Tanam 1.000 Pohon, Hijaukan Bintang Sambut HUT ke-81 TNI

Rabu, 9 September 2026 - 04:12 WIB

Bupati Haili Yoga Ikut Sensus Ekonomi, Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Kebijakan

Selasa, 8 September 2026 - 12:35 WIB

Bupati Aceh Tengah Raih Award SMSI atas Gerakan Kebersihan

Selasa, 8 September 2026 - 07:47 WIB

‎ ‎Babinsa Koramil 06/Jagong Hadiri Musyawarah Pembahasan dan Penetapan RKPK 2027 di Desa Paya Dedep

Berita Terbaru