Takengon – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana alam di Posko Pengungsian Masjid Al Abrar, Kabupaten Aceh Tengah. Pada Selasa, 30 Desember 2025
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Psikologi Trauma Healing Penugasan Mabes Polri bersama Polda Aceh dan Polres Aceh Tengah. Pelaksanaan trauma healing dipimpin oleh Kompol Raswan, S.Psi., M.Psi., selaku Kasubbag Psipol Bagpsi Ro SDM Polda Aceh, didampingi tim psikologi Mabes Polri serta personel Polres Aceh Tengah.
Dalam kegiatan itu, personel Polri berbaur langsung dengan anak-anak pengungsi melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan dan edukatif, seperti bernyanyi bersama, permainan interaktif, serta kegiatan kreatif yang dirancang khusus untuk membangkitkan keceriaan dan rasa aman.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan pun tercipta di posko pengungsian. Tawa ceria anak-anak terdengar menghiasi kegiatan, menjadi tanda berkurangnya rasa takut dan trauma yang mereka alami pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan komitmen Polri dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dari aspek fisik, tetapi juga psikologis.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada aspek fisik, namun juga mental dan emosional. Kehadiran Polri bertujuan memberikan dukungan moril, membangkitkan semangat, serta menumbuhkan kembali rasa aman dan keceriaan, khususnya bagi anak-anak yang berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan,” ujar Kapolres.
Melalui kegiatan ini, Polri berharap anak-anak korban bencana dapat kembali ceria, pulih dari trauma, serta tumbuh dengan semangat dan harapan baru untuk menatap masa depan.






