Aceh Tenggara – pilargayonews.com |Sejumlah jembatan Bailey yang ada di sepanjang Jalan Nasional Kutacane Aceh Tenggara Provinsi Aceh, bebas dari pungutan liar (pungli) terhadap seluruh pengendara sepeda motor (roda dua) maupun mobil (roda empat).
Berdasarkan hasil penelusuran ketua kaliber pada Jum’at (2/1), ke beberapa lokasi jembatan tersebut, terlihat sejumlah masyarakat yang mengendarai roda dua maupun roda empat saat melintas tidak sepeser pun mereka mengeluarkan uang di Jembatan Baliye yang telah bersusah payah dibangun oleh prajurit TNI AD beberapa waktu yang lalu.
Kemudian salah seorang warga Kecamatan Ketambe Aceh Tenggara kepada Pilar Gayo menyebutkan bahwa setiap orang yang berkendara di jembatan Bailey ini tidak pernah mengeluarkan uang apapun. Karena jembatan Baliye ini menjadi lintasan vital terhadap masyarakat yang melintas untuk keperluan pribadi dan membawa berbagai hasil pertanian.
“Apalagi saat ini pasca banjir tentunya masyarakat sangat membutuhkan jembatan Bailey ini sebagai lintasan vital. Sehingga kami sebagai masyarakat sangat berterima kasih kepada pihak TNI yang sudah membangun dan sejak terjadinya musibah banjir TNI AD terutama jajaran Kodim 0108 Agara selalu di garda terdepan dalam membantu masyarakat untuk menangani kondisi banjir di Aceh Tenggara. Ucap warga setempat.
Karena TNI AD dalam membangun Jembatan Bailey khususnya di Provinsi Aceh untuk pulihkan akses jalur darat merupakan waktu tercepat yang dikerjakan oleh prajurit TNI AD.
“Sekali lagi kami mengucapkan banyak terima kepada pihak TNI AD yang telah bersusah payah untuk menangani kondisi pasca terjadinya banjir ini, dan terkait masyarakat yang melintas di jembatan ini tidak pernah mengeluarkan uang sepeser pun, dan bebas dari pungutan liar.
Selanjutnya Ketua Lsm Kaliber Aceh, Zoelkanedi ZK, terkait adanya isu pungli yang dilakukan oleh oknum TNI terhadap pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di jembatan Baliye hal tersebut merupakan isu murahan. Karena kita melihat saat ini, pihak TNI hanya fokus untuk membantu masyarakat kita yang sedang mengalami musibah banjir. Kita berharap kepada masyarakat janganlah membawa nama institusi TNI hanya untuk sekedar meraup keuntungan secara pribadi. Tegasnya
Sebab prajurit TNI Angkatan Darat (AD) selalu tercepat dan terdepan bergerak untuk memulihkan akses jalur darat khususnya di Aceh Tenggara usai dihantam banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu.
Karena keberadaan Jembatan Bailey, merupakan akses warga dalam pergerakan untuk mengangkut berbagai macam kebutuhan logistik masyarakat.
Dan kita melihatnya TNI AD, juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar proses pemulihan berlangsung aman, tepat waktu dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Oleh ketua kaliber ACEH
Zoel kenedi






