Tim MAHS Kyoto Jepang Lakukan Pendataan Warisan Sejarah di Kampung Umang Linge, Aceh Tengah

- Editor

Jumat, 29 Agustus 2025 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengonpilargayonews.com | Lembaga Maritime Asia Heritage Survey (MAHS) yang berpusat di Universitas Kyoto, Jepang, menggelar kegiatan survei resmi pendataan dan dokumentasi warisan sejarah di Kampung Umang, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ilmiah ini dipimpin langsung oleh Prof. Michael Fenner, melibatkan delapan anggota tim riset serta satu fasilitator lapangan.

Dalam proses pendataan, tim MAHS menggunakan teknologi mutakhir, termasuk pemanfaatan drone-lidar yang mampu memetakan situs sejarah secara detail dan presisi. Teknologi ini diharapkan mampu merekam jejak maritim serta peninggalan budaya yang ada di kawasan Linge, sehingga data yang dihasilkan bisa menjadi rujukan penting bagi kajian akademis maupun kebijakan pelestarian.

Selama kegiatan, para anggota tim ditempatkan di kediaman Reje Kampung Umang, Wahyu Putra. Ia menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar terhadap kegiatan ilmiah ini.

Baca Juga:  Ketua LSM Kaliber : di Aceh Tenggara Pungli di Berantas Atau di Pelihara

“Kami berharap hasil dokumentasi dan data dari lembaga MAHS ini dapat menjadi bahan kajian serius ke depan oleh para akademisi maupun pihak terkait. Masyarakat Umang sangat menginginkan adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan situs-situs sejarah di kampung kami,” ujarnya.

Reje Wahyu Putra juga menegaskan, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, khususnya dalam hal penyediaan akses jalan dan jaringan komunikasi yang memadai. Menurutnya, dua hal ini merupakan prioritas utama demi mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan situs sejarah di wilayahnya.

Kehadiran lembaga riset internasional ini dinilai sebagai langkah positif untuk mengenalkan kembali kekayaan sejarah Linge kepada dunia, sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata berbasis warisan budaya di Aceh Tengah.

Berita Terkait

SPPG Kemala Bhayangkari Gelar Pelatihan Sertifikasi Penjamah Makanan bagi Petugas
‎Babinsa Koramil 04/Bintang Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Kala Bintang
Respon Cepat Polres Aceh Tengah Datangi Lokasi Kebakaran, Lakukan Pengamanan dan Bantu Pemadaman
‎ ‎Progres Pembangunan Jembatan Gantung Kala Ili Capai 14,40 Persen
‎Enam Rumah Hangus Terbakar di Desa Bukit Kebayakan
Bantuan Sumur Bor Air Bersih Kapolda Aceh ke-4 di Desa Terpencil Reje Payung Diresmikan Polres Aceh Tengah
‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Gelar Karya Bhakti TNI di Kantor Desa Keramat Mupakat
Pemkab Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Keenam Kalinya
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:16 WIB

SPPG Kemala Bhayangkari Gelar Pelatihan Sertifikasi Penjamah Makanan bagi Petugas

Minggu, 25 Januari 2026 - 05:11 WIB

‎Babinsa Koramil 04/Bintang Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Kala Bintang

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:16 WIB

Respon Cepat Polres Aceh Tengah Datangi Lokasi Kebakaran, Lakukan Pengamanan dan Bantu Pemadaman

Sabtu, 24 Januari 2026 - 05:28 WIB

‎ ‎Progres Pembangunan Jembatan Gantung Kala Ili Capai 14,40 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:01 WIB

‎Enam Rumah Hangus Terbakar di Desa Bukit Kebayakan

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:05 WIB

‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Gelar Karya Bhakti TNI di Kantor Desa Keramat Mupakat

Kamis, 22 Januari 2026 - 11:21 WIB

Pemkab Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Keenam Kalinya

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:21 WIB

‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Bantu Warga Cor Rumah di Blang Kolak II

Berita Terbaru

Aceh Tengah

‎Enam Rumah Hangus Terbakar di Desa Bukit Kebayakan

Jumat, 23 Jan 2026 - 13:01 WIB