Aceh Tenggara – Memasuki tahun kedua masa kepemimpinan Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, publik dinilai masih menunggu realisasi berbagai janji politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat. Di tengah kondisi daerah yang menghadapi tekanan fiskal, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana komitmen pemerintah dalam memenuhi janji-janji tersebut.
Ketua KALIBER Aceh, Zk Agara, menilai banyak program yang dijanjikan belum menunjukkan hasil yang nyata. Menurutnya, masyarakat tidak membutuhkan narasi dan slogan semata, tetapi bukti melalui kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
1)bantuan subsidi pupuk kepada petani rp.1000.000
2)Bantuan langsung tunai(BLT)1.000.000
3)Bantuan langsung tunai bagi ibu hamil.1.000.000
4)Bantuan langsung tunai bagi balita 1.000.000
5)menganggarkan program beasiswa prestasi
6)menganggarkan gaji imam mesjid dan guru ngaji.
7)menyediakan pelayanan kesehatan di setiap puskesmas
8)melakukan revitalisasi kantor kec.utk mendekatkan pelayanan administrasi
9)menghilangkan pungli.
10)program pemberantasan penyakit masyarakat Narkoba.dan judi online
11)Program bantuan pembinaan dan keagamaan
“Janji politik tidak boleh berhenti sebagai bahan kampanye. Masyarakat berhak menagih karena janji itu merupakan komitmen kepada rakyat,” ujar Zk Agara.
Ia juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang mengalami defisit sekitar Rp121 miliar. Menurutnya, beban fiskal yang semakin berat berdampak pada pembangunan dan pelayanan publik, sementara kondisi ekonomi masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan.
Zk Agara mempertanyakan slogan “Aceh Tenggara Hebat” apabila masyarakat belum merasakan perubahan yang signifikan. “Hebat itu harus tercermin dari kemajuan ekonomi, pelayanan publik, pembangunan yang merata, serta tata kelola pemerintahan yang baik, bukan sekadar kegiatan seremonial dan pencitraan,” katanya.
Selain itu, ia menilai ruang kritik terhadap pemerintah harus dihormati sebagai bagian dari demokrasi. Kritik yang disampaikan masyarakat, menurutnya, seharusnya dijadikan bahan evaluasi, bukan dibalas dengan perundungan atau upaya membungkam suara yang berbeda.
KALIBER Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk menyampaikan secara terbuka perkembangan realisasi 11 janji politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat, sehingga publik dapat menilai capaian pemerintah secara objektif.
“Jangan biarkan harapan masyarakat berubah menjadi kekecewaan. Kepemimpinan akan dikenang bukan karena slogan, tetapi karena keberhasilan memenuhi amanah dan janji kepada rakyat,” tutup Zk Agara.






