BANDA ACEH – Bukan perjalanan biasa. Jumat (4/9/2026) pagi hari, 12 insan pers dari Takengon meninggalkan “Kota Dingin” menuju “Kuta Raja”.
Menumpang Mopen Hi-Ace Lestari Baru, rombongan SMSI Aceh Tengah yang dipimpin Ketua Jurnalisa menempuh jalan panjang dengan satu tujuan “menghadiri Rakerda I SMSI Aceh dan pengukuhan struktural pengurus periode 2026-2031”.
Perjalanan itu bukan sekadar seremoni. Hingga jelang pelantikan Sabtu malam (5/9/2026), para wartawan siber dari Aceh Tengah telah menyerap banyak materi baru.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah pelatihan Artificial Intelligence dan Jurnalisme yang menghadirkan Plt Sekda Aceh, Taufik,S.Sos.M.Si, sebagai pemateri.
Di hadapan peserta dari seluruh kabupaten/kota, Taufik menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Aceh terhadap penguatan kompetensi media.
“Pemerintah Aceh menyambut baik berbagai upaya SMSI dalam meningkatkan kompetensi media yang semakin profesional dan turut memperkuat kualitas demokrasi,” ujarnya.
Namun ia mengingatkan, penggunaan teknologi AI dalam dunia jurnalistik memiliki batas.
“Penggunaan teknologi AI bukan menggantikan penilaian nurani dan tanggung jawab jurnalistik. Ini untuk mencerdaskan masyarakat serta menjadi ikhtiar penting pemerintah dalam membangun Aceh,” tegas Taufik.
Pernyataan itu menjadi catatan penting bagi SMSI Aceh Tengah. Di tengah gempuran kecepatan informasi, insan pers dituntut melek teknologi digitalisasi tanpa meninggalkan kode etik.
Bagi Sekretaris SMSI Aceh Tengah, Yusra Amri Daud dari Media Online Aceh Independent, Rakerda I ini bukan hanya menjadi momentum menerima SK dan mandat baru.
Kehadiran SMSI Aceh Tengah, kata dia, harus memberi warna dalam pembangunan di Tanoh Gayo.
“Sepakat satu tujuan, untuk menghadiri kegiatan Rakerda I SMSI Aceh, serta pengukuhan struktural kepengurusan SMSI di Aceh Tengah, untuk membangun Gayo,” ujarnya usai pelatihan.
Dari hiruk pikuk dan cuaca panas, hingga menuju dinginnya dataran tinggi Gayo, rombongan itu dijadwalkan bakal pulang dan membawa bekal baru.
Bukan hanya SK organisasi, tapi juga pemahaman bahwa di era digital, media harus adaptif, cerdas, dan tetap berpegang pada nurani jurnalistik.
Pelantikan pengurus SMSI Aceh Tengah periode 2026-2031, dijadwalkan berlangsung malam ini di Banda Aceh, menandai babak baru kiprah media siber di Bumi Gayo. _*Pencatat, A.n erwin*_






