ACEH TENGAH – Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si., didampingi langsung Wakil Bupati Muchsin Hasan, MSP., meninjau kondisi genangan air sekaligus kesiapan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2, Kamis (10/9/2026).
Peninjauan dilakukan di sejumlah wilayah yang berada di Kecamatan Silih Nara, yakni Desa Wih Sagi Indah, Wih Bakong, dan Sahenen. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut sosialisasi terkait kondisi genangan air serta kesiapan pengoperasian PLTA Peusangan 1 dan 2.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Haili Yoga dan Wakil Bupati Muchsin Hasan menerima pemaparan dari pihak pengelola mengenai kondisi terkini genangan sungai serta tahapan persiapan menuju pengoperasian pembangkit.
Manajer Proyek UPP Sumbagut 2, Irsyad Ardhi, menjelaskan bahwa kondisi genangan sungai saat ini dinilai telah optimal untuk mendukung pengoperasian PLTA secara penuh oleh Nusantara Power.
Ia juga menjelaskan bahwa nantinya diperkirakan terjadi penurunan permukaan air sungai sekitar satu meter. Namun, kondisi tersebut disebut tidak akan mengganggu operasional pembangkit.
Proyek PLTA Peusangan diketahui telah dimulai sejak 1995 dan hingga kini memasuki tahapan akhir menuju pengoperasian. Kehadiran pembangkit tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap keandalan pasokan listrik serta memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Bagian Utara.
Sementara itu, Manajer Unit Layanan PLTA Peusangan, Nanda Syah Bakti, memaparkan tahapan teknis pengoperasian pembangkit, termasuk pembaruan dan pengujian sinkronisasi daya pada power house yang berada sekitar 100 meter di bawah tanah.
Menurutnya, PLTA Peusangan nantinya akan bergabung dalam sistem Sumatra Power dan berfungsi sebagai salah satu penyangga beban puncak di wilayah Sumbagut.
Untuk tahap pengoperasian, unit 1 dan 2 direncanakan mulai beroperasi pada akhir 2026, kemudian disusul unit 3 dan 4 pada awal 2027.
Di tengah persiapan pengoperasian PLTA Peusangan, Bupati Haili Yoga menekankan pentingnya penyelesaian berbagai persoalan yang masih berkaitan dengan masyarakat, terutama persoalan sengketa lahan.
Bupati mengapresiasi persiapan yang dilakukan pihak PLTA. Namun, menurutnya, persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat harus diselesaikan secara baik agar tidak menjadi persoalan baru setelah pembangkit beroperasi.
“Permasalahan ini harus dituntaskan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar Haili Yoga.
Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah akan melakukan tindak lanjut dalam waktu dekat guna mendorong penyelesaian persoalan yang masih ada.
Selain persoalan lahan, Bupati juga
meminta agar keberadaan proyek PLTA memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat. Salah satunya melalui pemberian kesempatan kerja kepada masyarakat lokal sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Bupati Haili Yoga bersama Wakil Bupati Muchsin Hasan menegaskan bahwa pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung keberadaan PLTA Peusangan sebagai proyek strategis yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Aceh Tengah.
Dukungan tersebut, kata pemerintah daerah, tetap harus berjalan seiring dengan penyelesaian persoalan sosial dan kepentingan masyarakat yang terdampak.
Dengan target pengoperasian unit 1 dan 2 pada akhir 2026, Pemkab Aceh Tengah berharap seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik, termasuk aspek teknis, sosial serta penyelesaian berbagai persoalan yang masih ada di lapangan.
“Harapan kita, ketika PLTA ini mulai beroperasi, persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masyarakat sudah dapat diselesaikan dengan baik,” demikian.






