‎Aryanto : Belajar dari Rumah Solusi Kurangi paparan Asap Karhutla

Aceh Tengah — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainya. (16/10/2026).

Aryanto yang merupakan Salah Seorang Wali Murid mengatakan bahwa Pemerintah harus mengambil langkah yang bijak dalam persolaan ini.

“Pemerintah harus mengambil langkah yang bijak,agar kaum rentan seperti anak-anak PAUD,TK,dan SD yang melangsungkan Aktivitas belajar dapat terlindung dari paparan Asap” Terangnya.

Data ISPU yang dilaporkan pada 15 Oktober 2026 menunjukkan angka 548 di Aceh Tengah, yang termasuk kategori Berbahaya. Kondisi ini menegaskan pentingnya langkah perlindungan terhadap paparan polusi udara.

Kembali Aryanto menyatakan bahwa “Belajar dari rumah dapat menjadi solusi sementara untuk mengurangi paparan asap, dengan tetap memastikan proses pendidikan berjalan melalui pembelajaran daring maupun luring”.

Kebijakan Belajar dari rumah Atau Pendidikan Jarak Jauh bukan berarti menghentikan hak anak untuk memperoleh pendidikan akan tetapi proses belajar tetap harus berjalan dengan menyesuaikan metode pembelajaran terhadap kondisi lingkungan dan tingkat risiko kesehatan.

Sesuai dengan Surat Edaran Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sudah dapat menerapkan sekolah jarak jauh atau Belajar dari rumah untuk sementara, karena ISPU sudah menyentuh level berbahaya.

“Keselamatan anak harus menjadi prioritas. Pendidikan tetap berjalan, kesehatan tetap terlindungi” tegas Aryanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *