Oleh ketua Kaliber DKD Aceh Zoel Kenedi
Aceh Tenggara – Pemimpin yang baik bukan memuji muji diri sendiri ketika menyelesaikan suatu masalah , namun hendaknya memberikan bukti nyata terhadap musibah yang dihadapi seperti banjir yang melanda Aceh Tenggara beberapa hari yang lalu.
Percuma puja sana puji sini namun aksi nyata tidak pernah jelas ,yang ada hanya poto poto di lokasi banjir agar dapat laporan baik di tingkat atasan.Tulah juga mandet lima bulan lama nya.
Kalau gaya pemimpin seperti ini saya teringat omongan salah satu presiden RI yakni Pak Abdurahman Wahid atau dikenal dengan Sebutan Gus Dur, gaya kepemimpinan itu seperti gaya anak anak TK,artinya kalau hanya cuap cuap saja poto poto di lokasi banjir tanpa memberikan solusi anak TK juga bisa.pak bos
Presiden RI Bapak Prabowo sudah memberikan Dana Sebesar Rp 4 Milyar guna diperuntukan untuk penanganan banjir ,bukan untuk dihura hurakan atau pun untuk pembayar hutang Pilkada dahulu,,itu semua nantinya ada pertanggung jawaban nya.buatlah oret oret mu di kertas.itu kan ke ahlian mu bro.
Dalam hal ini sekda Aceh Tenggara bertindak sebagai anak mudanya dalam penggunaan tersebut ,jangan digunakan untuk kepentingan perut maju saja ,harus jelas kegunaannya dan harus sinkron dengan pemimpin Daerah Bupati Perbaikan,jangan asal asbun dalam hal tersebut.
Sudah satu bulan Musibah yang melanda Negeri Metuah Tanoh alas iji namun masih banyak pejabat teras yang mengambil Keuntungan dari bantuN yang diberikan pemerintah pusat bahkan Bupati Aceh Tenggara lebih memilih Baju kuning dari pada mencurahkan pemikiran bagi warga terkena banjir .
Namun kalau berbicara di depan publik dia yang paling hebat paling top paling pintar padahal oon ,di segala bidang segala segi.
Intinya dalam mengahadapi musibah yang melanda alas metua ini semestinya harus merangkul semua lapisan masyarakat.sang penjilat bukan puja sana puji sini , sehingga apa yang dirasakan warga bisa terobati bukan menyakiti dengan ucapan ucapan yang tidak bermutu






