TAKENGON – pilargayonews.com |Akses jalan Pamue–Takengon hingga Jumat, 2 Januari 2026, dilaporkan belum normal dan hanya dapat dilalui kendaraan berpenggerak 4×4. Kondisi ini kembali menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah Pamue, Kecamatan Rusip Antara, Aceh Tengah.
Padahal sebelumnya, jalur tersebut sempat dilakukan perbaikan. Namun akibat curah hujan yang terus menerus, struktur tanah di sejumlah titik kembali turun dan amblas ke badan jalan, sehingga akses kembali rusak dan sulit dilalui kendaraan roda empat biasa.
Dampak dari kondisi ini, sebagian warga yang menggunakan kendaraan jenis L300 tidak dapat membawa bantuan dari Aceh Tengah melalui tim relawan. Salah satu titik terparah berada di kawasan Kolam Ijo, Kampung Pantan Tengah, di mana kontur jalan yang tinggi dan ekstrem memaksa kendaraan harus menurunkan grip untuk bisa melintas.
Kondisi serupa juga terjadi di jalur menuju Kem Terong, Kampung Kerawang, Lut Jaya, hingga wilayah Pamue, yang hingga kini masih minim masuknya bantuan dari Aceh Tengah.
Reje Desa Tanjung Bukhari yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Reje Kecamatan Rusip Antara menegaskan agar pemerintah tidak beranggapan bahwa kondisi logistik di Pamue sudah aman dan penyaluran bantuan telah berjalan normal.
“Jangan berpikir logistik ke Pamue sudah cukup dan bantuan sudah normal. Akses jalan masih terbatas dan masyarakat Pamue masih sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah,” tegasnya.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk lebih peduli terhadap kondisi pemukiman masyarakat Pamue dengan segera mengambil langkah konkret, baik melalui penanganan darurat akses jalan maupun penyediaan armada khusus, agar distribusi bantuan ke wilayah Rusip Antara dapat berjalan lancar dan merata.






