Dana Rp 10,7 Miliyar Jalan Nasional Kutacane -Gayo Lues Oleh PT. Segon Karya Alcantara Jadi tempat Hantu Bermain

- Editor

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara,|Pengerjaan proyek penahan longsoran Jalan Nasional Kutacane -Gayo Lues Provinsi Aceh melalui pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), oleh PT.Segon Karya Alcantara saat ini mangkrak. Seharusnya pengerjaan proyek tersebut yang dikerjakan rekanan rampung tahun 2025 yang lalu. Namun fakta nya saat ini terlihat kondisi proyek mangkrak dan hanya terlihat sejumlah material bangunan yang ada di lokasi proyek itu.

Berdasarkan pantauan langsung ketua Kaliber ACEH Selasa (13/1) dilokasi terlihat kondisi bangunan proyek tersebut berantakan. Serta sebagian babgunan penahan longsoran terbengkalai ditinggalkan oleh para pekerja dan rekanan begitu saja.

Menanggapi kondisi proyek yang terbengkalai itu, Ketua LSM Kaliber Aceh, Zoelkanedi ZK Agara, angkat bicara kepada media ini menyebutkan bahwa dirinya sangat menyayangkan sikap pihak rekanan. Karena mereka selaku pihak ketiga (kontraktor) dinilai tidak bertanggung jawab atas pekerjaan dilapangan.

“Seharusnya mereka sebagai rekanan harus tepat waktu dalam mengerjakan setiap item pekerjaan, akan tetapi kita melihat hari ini ada beberapa item pekerjaan yang masih terbengkalai, seperti bangunan tebing penahan longsoran. Kemudian pengerjaan beton penahan longsoran daerah aliran sungai (Das) dan bangunan beronjong yang sudah dikerjakan juga kualitas nya sangat kita ragu kan, lantaran batu kali yang dimasukkan ke kawat beronjong banyak ukuran kecil. Papar Zoelkanedi.

Saat ini pihak ketiga ataupun rekanan sedang menghentikan semua kegiatan Pengerjaan proyek dengan tidak ada alasan.

Ya pak kami tidak mengetahui secara jelas apa penyebab pekerjaan dihentikan oleh sepihak. Sebelumnya juga pada saat Pengerjaan proyek itu semua pengawasan diambil alih oleh pihak internal BPJN sendiri. Padahal seharusnya ada konsultan pengawas nya, tapi kami tidak tau akar permasalahannya. Ungkap salah seorang warga setempat kepada media ini.

Kemudian Ketua LSM Kaliber Aceh Zoelkanedi juga menduga bahwa pihak PPK Jaya Juliadi ST, beberapa kali saya hubungi lewat WhatsApp beliau enggan memberikan penjelasan secara detail. Kendatipun pesan yang disampaikan lewat WhatsApp kadang beliau baca, tapi tidak merespon atau menjawabnya.

Baca Juga:  ‎Dari Darurat hingga Pascabencana, Dapur MBG SPPG Simpang Empat Bebesen Tetap Beroperasi

Dijelaskan proyek penahan longsor di ruas jalan nasional Aceh Tenggara-Gayo Lues yang dikerjakan oleh PT. Segon Karya Alcantara, akhir akhir ini kini menjadi sorotan publik. Kenapa karena proses pengerjaan proyek tersebut diduga tidak menggunakan batching plant dan menggunakan material tidak sesuai spesifikasi, menimbulkan kekhawatiran kualitas, meskipun pejabat PUPR menyatakan progres berjalan dan akan tepat waktu, serta ada alasan teknis soal batching plant. Proyek ini bernilai Rp10,7 miliar dan dikerjakan manual, dengan dugaan penggunaan batu dari galian ilegal sekitar lokasi, bukan dari sumber resmi.

Kemudian menurut sorotan media berdasarkan amatan langsung ke lokasi proyek, ada beberapa item pekerjaan yang dikerjakan PT. Segon Karya Alcantara selaku pelaksana.

Terlihat dipapan informasi proyek,
Lokasi: Ruas jalan nasional Aceh Tenggara-Gayo Lues, tepatnya di Desa Natam Baru, Kecamatan Badar.
Nilai Proyek: Rp10,7 miliar.
Sumber Dana: APBN.
Proyek dikerjakan manual tanpa batching plant, padahal seharusnya menggunakan fasilitas tersebut.
Material batu diduga tidak sepenuhnya dari sumber resmi (PT Nawi Sekedang Group) dan banyak diambil dari galian ilegal sekitar lokasi.
Kualitas pekerjaan diragukan karena penggunaan material tidak sesuai standar spesifikasi (SOP).
Respons Pejabat: Kepala Dinas PUPR Wilayah 3.5 Aceh menyatakan progres 6,2% (per Juli 2025) dan akan diupayakan tepat waktu/mutu, serta beralasan tidak ada batching plant di dekat lokasi.
Sorotan: Media dan warga khawatir daya tahan penahan longsor diragukan akibat dugaan ketidaksesuaian spesifikasi ini.

Sampai berita ini dikirimkan ke meja redaksi, Jaya Juliadi ST, Rabu (13/1) , enggan memberikan penjelasan terkait mangkrak nya Pengerjaan proyek penahan longsoran tahun 2025 itu.

Berita Terkait

‎Bupati Aceh Tengah Pastikan Jalan Alternatif Pondok Balik Segera Diperbaiki
Jembatan Garuda: jadi penghubung dua kec.Darul Hasanah dan Badar Bukti Nyata Pengabdian TNI Kodim 0108 Aceh tenggara untuk Rakyat
Catat Tanggalnya, Pasar Murah Digelar 4 Maret 2026 di Pegasing, Harga Paket Sembako Rp. 162 Ribu
Hulu Air Dialihkan Sementara, Solusi Cepat Kendalikan Perluasan Sinkhole Pondok Balik Ketol
Safari Ramadan 1447 H, Kapolsek Lut Tawar Sampaikan Pesan Kamtibmas di Masjid Al Mukmin Pedemun
Dapur SPPG Bebesen Simpang IV, Didistribusikan ke 27 Sekolah di Aceh Tengah
Dapur SPPG Bebesen Simpang IV, Didistribusikan ke 27 Sekolah di Aceh Tengah
Dapur SPPG Bebesen Simpang IV, Didistribusikan ke 27 Sekolah di Aceh Tengah
Berita ini 413 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:59 WIB

‎Bupati Aceh Tengah Pastikan Jalan Alternatif Pondok Balik Segera Diperbaiki

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:30 WIB

Jembatan Garuda: jadi penghubung dua kec.Darul Hasanah dan Badar Bukti Nyata Pengabdian TNI Kodim 0108 Aceh tenggara untuk Rakyat

Selasa, 3 Maret 2026 - 04:16 WIB

Catat Tanggalnya, Pasar Murah Digelar 4 Maret 2026 di Pegasing, Harga Paket Sembako Rp. 162 Ribu

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:34 WIB

‎Babinsa Koramil 04/Bintang Amankan Pekerjaan Alat Berat Bersihkan Longsor di Jalan Provinsi Takengon–Bintang

Senin, 2 Maret 2026 - 16:16 WIB

Buka Puasa Bersama, Polres Aceh Tengah Perkuat Sinergi Kamtibmas dengan OKM, Mahasiswa dan Insan Pers

Senin, 2 Maret 2026 - 08:56 WIB

Safari Ramadan 1447 H, Kapolsek Lut Tawar Sampaikan Pesan Kamtibmas di Masjid Al Mukmin Pedemun

Senin, 2 Maret 2026 - 08:51 WIB

Dapur SPPG Bebesen Simpang IV, Didistribusikan ke 27 Sekolah di Aceh Tengah

Senin, 2 Maret 2026 - 08:39 WIB

Dapur SPPG Bebesen Simpang IV, Didistribusikan ke 27 Sekolah di Aceh Tengah

Berita Terbaru