Aceh Jaya – Komitmen memperkuat ketahanan pangan terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Komunitas Petani Muda Milenial Aceh menggandeng Kapolda Aceh dalam mengembangkan program pertanian modern berbasis generasi muda yang ditargetkan menjangkau seluruh wilayah Aceh.
Program ini mulai direalisasikan di Desa Alue Piet, Kabupaten Aceh Jaya, sebagai lokasi percontohan. Pada tahap awal, pengelolaan dilakukan di lahan seluas sekitar 3 hektare, sementara total lahan yang telah dipersiapkan mencapai 150 hektare di wilayah tersebut.
Ketua Umum Petani Muda Milenial Aceh, M. Khaisar, S.M, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam mendorong regenerasi petani sekaligus memperkuat sektor pertanian berbasis industri modern.
“Petani muda milenial Aceh melakukan kegiatan ketahanan pangan bersama Kapolda Aceh untuk menjaga pertanian tetap maju secara industri modern. Pelaku utamanya adalah anak muda,” ujar Khaisar, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi kunci dalam menghadapi tantangan sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim hingga kebutuhan peningkatan produktivitas. Oleh karena itu, program ini dirancang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mencakup pemanfaatan teknologi pertanian, manajemen lahan yang efisien, serta penguatan sistem pemasaran hasil panen.
Lebih lanjut, Khaisar menegaskan bahwa program ini akan diperluas secara bertahap ke seluruh wilayah Aceh.
“InsyaAllah ini akan kita lakukan di 23 kabupaten/kota. Untuk daerah lain, nanti kita kondisikan sesuai potensi dan kesiapan masing-masing wilayah,” tambahnya.
Sementara itu, dukungan dari Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, dinilai menjadi bentuk sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam mendukung sektor strategis daerah.
Keterlibatan kepolisian tidak hanya dalam menjaga stabilitas, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan di Aceh sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda. Selain itu, pendekatan pertanian modern yang diusung juga diharapkan dapat mengubah paradigma bahwa sektor pertanian merupakan bidang yang menjanjikan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dengan adanya kolaborasi ini, Aceh berpotensi menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan pertanian berbasis generasi milenial yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan.







