Banda Aceh – Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2027 yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Bappenas, BNPB, Wali Nanggroe Aceh, Ketua dan Anggota Forbes DPR/DPD RI asal Aceh, Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPR Aceh, unsur Forkopimda Aceh, Sekretaris Daerah Aceh beserta jajaran, para Bupati/Wali Kota, Ketua DPRK, Kepala Bappeda kabupaten/kota se-Aceh, para rektor, pimpinan instansi vertikal, perbankan, BUMN/BUMD, alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan LSM, insan pers, serta tim penyusun RPJMA.
Kepala Bappeda Aceh, Dr. Ir. Zulkifli, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan utama pelaksanaan Musrenbang adalah menghimpun aspirasi para pemangku kepentingan, menyelaraskan prioritas pembangunan pusat dan daerah, serta merumuskan program dan kegiatan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan kondisi riil daerah.
Ia menjelaskan, Musrenbang ini juga menjadi forum strategis untuk menyamakan visi pembangunan Aceh sebagaimana tertuang dalam RPJMA Tahun 2025–2029, yakni “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan”, dengan tema RKPA “Percepatan Pemulihan Pascabencana Melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan”.
Menurutnya, hal tersebut penting mengingat kondisi Aceh pascabencana yang masih memerlukan upaya pemulihan secara menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur, sosial, maupun ekonomi.
Disebutkan pula, forum tersebut diikuti sebanyak 441 peserta yang berasal dari unsur kementerian dan lembaga pemerintah pusat, anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh, provinsi tetangga, Forkopimda Aceh, Sekda Aceh, pimpinan dan anggota DPR Aceh, kepala SKPA, kepala daerah kabupaten/kota, kepala Bappeda, akademisi, forum rektor, lembaga vertikal, perbankan, badan usaha, media, CSO/LSM, tokoh masyarakat, serta tim penyusun RPJMA.
Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dalam arahannya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan Aceh, memastikan sinkronisasi antara RKP nasional, RPJMA, dan RKPA 2027 agar program yang dirumuskan tepat sasaran, terukur, dan berdampak nyata.
Ia menyampaikan bahwa tema pembangunan tahun 2027 adalah “Percepatan Pemulihan Pascabencana Melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan”, dengan fokus tidak hanya pada pemulihan fisik, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, sekaligus memperkuat ketangguhan daerah terhadap risiko bencana.
“Sepuluh prioritas pembangunan telah ditetapkan, antara lain penguatan syariat Islam, penurunan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, transformasi digital, peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, serta penguatan tata kelola pemerintahan dan lingkungan hidup.
Dalam konteks tersebut, kami menekankan agar program pembangunan di tingkat kabupaten/kota benar-benar selaras dengan arah kebijakan pembangunan provinsi,” ujar Muzakir Manaf.
Rizkan







