Di Bumi Gayo Aceh Tengah, Indonesia Dan Inggris Berkomitmen Perkuat Kolaborasi Konservasi Gajah Sumatera

- Editor

Kamis, 19 Juni 2025 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon – pilargayonews.com | Masih dalam rangkaian acara penyambutan kunjungan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni serta Duta Besar Inggris Dominic Jermey, Pemerintah Indonesia Dan Pemerintah kerajaan inggris Perkuat Kolaborasi Konservasi terkait penanganan Gajah Sumatera, berlangsung di Pendopo Bupati Aceh Tengah, Takengon, Rabu Malam (18/06/2025).

Sebelumnya, sebagaimana diketahui Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si. didampingi Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, MSP, menerima secara resmi kunjungan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey yang tiba di Takengon melalui penerbangan dan mendarat di Bandar Udara Rembele, dalam rangka untuk meninjau kemajuan Inisiatif Konservasi Gajah Peusangan (Peusangan Elephant Conservation Initiative/PECI).

Kunjungan ini menandai keseriusan Pemerintah Indonesia dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan satwa kunci, khususnya Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang hingga kini terancam punah.

Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan mengungkapkan bahwa inisiatif konservasi ini bermula dari pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Charles III pada Desember 2024 yang lalu.

Dari rencana awal diminta hanya seluas 10.000 hektare, Presiden Prabowo memerintahkan perluasan hingga 20.000 hektare dan membuka opsi penambahan hingga mencapai 80.000 hektare lahan konsesi milik PT Tusam Hutani Lestari jika memang sangat dibutuhkan.

“Kami hadir di sini untuk, menjalankan amanat Presiden untuk memastikan konservasi satwa tidak hanya menjadi komitmen tertulis, tetapi benar-benar diwujudkan di lapangan,” Tegas Menteri Raja Juli di hadapan Pemerintah Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Tengah dan tamu undangan dari Kabupaten sekitar serta mitra Internasional yang hadir pada kesempatan tersebut.

Untuk informasi, PECI merupakan inisiatif kolaboratif antara Kementerian Kehutanan, Pemerintah Inggris, WWF-Indonesia, dan sektor swasta, dengan tujuan utama program ini adalah menciptakan koridor satwa liar yang aman, memitigasi konflik manusia-gajah, dan melindungi habitat penting yang tersisa bagi Gajah Sumatera. Pendekatan ini juga diarahkan untuk mendukung upaya rehabilitasi hutan dan konservasi yang melibatkan masyarakat lokal secara aktif.

Baca Juga:  Wujud Kepedulian Babinsa Koramil 04/Bintang Melalui Komsos di Desa Bewang

Secara terpisah dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Inggris, Dominic Jermey, menekankan pentingnya kemitraan ini dalam mendukung upaya konservasi global.

“Kami bangga menjadi bagian dari inisiatif ini. Kerja sama antara dua pemimpin negara, Presiden Prabowo dan Raja Charles III, menunjukkan bahwa diplomasi lingkungan hidup menjadi prioritas bersama, bukan hanya untuk sekarang tapi juga untuk masa depan anak cucu kita mendatang”, Ujar Dubes Inggris yang tampak pandai berbahasa Indonesia tersebut.

Dominic Jermey juga mengungkap bahwa Inggris akan memperpanjang Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada 2021 tentang FOLU Net Sink, dan memperluas cakupannya untuk menyertakan program konservasi gajah sebagai bagian integral dari kerja sama perubahan iklim dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Lebih lanjut Dubes Inggris menekankan perlunya skema pendanaan inovatif dan keterlibatan sektor swasta agar program konservasi tidak hanya berkelanjutan secara ekologis, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar, dan Inisiatif ini nantinya akan menjadi contoh nyata dari implementasi strategi konservasi berbasis kolaborasi multipihak dan bagian penting dari diplomasi lingkungan Indonesia di mata dunia.

Selain memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan iklim global, proyek ini nantinya juga diharapkan menjadi model konservasi satwa langka yang terintegrasi dengan pembangunan ekonomi dan perlindungan sosial.**

Berita Terkait

‎Babinsa Koramil 05/Linge Pererat Silaturahmi dengan Warga Desa Antara Melalui Komsos
‎Babinsa Koramil 05/Linge Jalin Komsos dengan Pegawai PLN di Kute Robel
Polri Hadir di Tengah Musibah, Polsek Kute Panang Bersama Warga Gotong Royong di Rumah Korban Kebakaran
Taman Budaya Negeri Gayo Diresmikan, Jadi Pusat Pelestarian Seni dan Budaya Gayo
Polri Peduli, Polres Aceh Tengah Salurkan Sembako untuk Warga Lelumu Kecamatan Pegasing
‎Babinsa Koramil 09/Ketol Gotong Royong Bersihkan Meunasah Bersama Warga di Blang Mancung Bawah
‎Babinsa Koramil 09/Ketol Bantu Warga Bangun Kamar Mandi Lewat Karya Bhakti di Pantan Penyo
‎Hari Kedua Berkantor di RSUD Datu Beru, Bupati Haili Yoga Temukan Sampah Puntung Rokok
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:03 WIB

‎Babinsa Koramil 05/Linge Pererat Silaturahmi dengan Warga Desa Antara Melalui Komsos

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:52 WIB

‎Babinsa Koramil 05/Linge Jalin Komsos dengan Pegawai PLN di Kute Robel

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:12 WIB

Polri Hadir di Tengah Musibah, Polsek Kute Panang Bersama Warga Gotong Royong di Rumah Korban Kebakaran

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:19 WIB

Taman Budaya Negeri Gayo Diresmikan, Jadi Pusat Pelestarian Seni dan Budaya Gayo

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:25 WIB

Polri Peduli, Polres Aceh Tengah Salurkan Sembako untuk Warga Lelumu Kecamatan Pegasing

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:08 WIB

‎Babinsa Koramil 09/Ketol Bantu Warga Bangun Kamar Mandi Lewat Karya Bhakti di Pantan Penyo

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:20 WIB

‎Hari Kedua Berkantor di RSUD Datu Beru, Bupati Haili Yoga Temukan Sampah Puntung Rokok

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:37 WIB

HUT Ke-81 RI di Aceh Tengah Usung Konsep Pesta Rakyat, Masyarakat Diajak dan Ikut Berpartisipasi Aktif

Berita Terbaru