TAKENGON – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meresmikan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (14/02/2026).
Peresmian tersebut turut didampingi Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, unsur Forkopimda, camat, serta para reje se-Kecamatan Ketol. Kehadiran pemerintah pusat bersama pemerintah daerah menjadi simbol sinergi dalam percepatan pemulihan pascabencana.
Huntara yang diresmikan diperuntukkan bagi warga dari beberapa kampung terdampak. Di Kampung Serempah sebanyak 123 kepala keluarga (26 blok) ditempatkan di Kampung Rejewali.
Kemudian Kampung Bintang Pepara sebanyak 89 kepala keluarga (18 blok/90 unit) berlokasi di Lapangan Bola Jalan Tengah, serta Kampung Burlah sebanyak 40 kepala keluarga (8 blok) di Lapangan Kampung Pondok Balik.
Dalam sambutannya, Bupati Haili Yoga menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan. Ia menegaskan bahwa kehadiran Kepala BNPB secara langsung di Ketol menjadi motivasi bagi masyarakat untuk segera bangkit dan menata kembali kehidupan.
“Pemerintah akan memastikan kebutuhan dasar masyarakat selama berada di hunian sementara terpenuhi, termasuk logistik dan fasilitas pendukung,” ujar Haili Yoga.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh Tengah. Ia berharap huntara yang telah dibangun dapat memberikan kenyamanan sementara bagi masyarakat sebelum pembangunan hunian tetap direalisasikan.
Peresmian berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Dengan diresmikannya ratusan unit huntara tersebut, diharapkan masyarakat terdampak dapat menjalani aktivitas dengan lebih aman dan layak, sembari menunggu proses pembangunan rumah permanen ke depan.








