Oleh Ketua Kaliber DKD Aceh Zoel Kenedi
Aceh tenggara – pilargayonews.com | Tunjangan Lelah atau sering Disingkat dengan istilah Tulah atau dengan nama lain penghasilan tetap (Siltap) sudah hampir setengah Tahun atau 6 Bulan belum juga di cairkan di bumi sepakat segenep ini
Di media sosial khususnya FB sudah bukan menjadi rahasia umum lagi terkait hal Tulah yang tidak cair cair dalam kurun waktu 6 Bulan.
Gaji yang diharapkan oleh perangkat Desa untuk kesejahteraan keluarga mereka ,namun anehnya jeritan dari perangkat Desa itu hanya dibuat hiburan oleh penguasa Daerah ini tanpa ada memberi solusi tanpa ada kebijakan untuk menyelesaikan hal tersebut .
Semustinya Bupati yang saat ini memimpin Aceh Tenggara Dengan Slogan Perbaikan, hanya dibibir saja ada kata perbaikan namun untuk menbijaki tulah perangkat Desa yang sudah 6 bulan tidak cair belum ada Perbaikan mengarah untuk mensejahterakan Perangkat Desa.
Yang ada saat ini dimata Masyarakat hanyalah sepeti nonton flim yang beriklan , hampir setahun memimpin masalah tulah saja tidak becus untuk mengatasinya ,hebat dimananya pemimpin Daerah ini .
Siltap sudah jelas aturannya berasal dari APBK ,nanun itu pun seolah ditelan bumi pencairannya kalau pemerintah kabupaten Aceh tenggara Tidak mampu membayar tulah sebaik-baiknya seluruh perangkat Desa dibubarkan sajae biar puas anda Memimpin Tanoh Alas Metuah ini
Kalau hanya memikirkan naik mobil mewah rehap pendodo yang Milyaran anak TK juga bisa ,cari solusi untuk , ambil kebijakan untuk Tulah Desa itu baru namanya pemimpin hebat ,bukan malah menjadi pemimpin hanya mementikan nafsu syahwat.
*Dimana Peran DPC APDESI*
Nah disini kita ingin melihat peran dari Ketua DPC APDESI Kabupaten Aceh Tenggara, dimana sejauh mana sudah memperjuangkan Tulah perangkat Desa kita ingin tahu.
Apakah hanya mementingkan diri sendiri perorangan atau organisasi yang di pimpinnya sebagai payung perangkat Desa, tapi sudahlah kita tidak bisa berpanjang lebar untuk mengharapkannya kalau Ketua dari DPC APDESI Kabupaten Aceh Tenggara tidak pernah peduli hanya mampu berlindung dibawah ketiak ketiak yang berbulu lebat.
Saya sering katakan kalau tidak mampu menjadi seorang Ketua ya mundur ,dan jangan hanya menjadi Ketua itu mencari cari Keuntungan pribadi ,coba anda memberi atau tindakan , dulu sewaktu pimpinan Daerah ini di pimpin oleh Seorang PJ anda selaku Ketua mengancam berdemo beraurasi tetkait tulah , sekarang jangankan untuk aksi untuk memberi solusi saja tidak becus.
*Ketua DPRK Agara Fungsi mu Apa*
Dalam hal ini wakil rakyat yang duduk di kursi empuk gedung terhormat jangan hanya bisa Menggerogoti Dana Desa untuk kepentingan pribadi ,membuat jalan kebun dari dana Desa anda yang berkuasa untuk itu perut besar.
Namun untuk tulah Desa anda seperti enggan diam seribu Bahasa untuk memperjuangkannya,ketika pileg anda ngemis untuk meraih suara,tapi dikala perangkat Desa Menjerit-jerit memperjuangkan haknya sebagai Ketua DPRK anda hanya diam tanpa memberi solusi yang benar.Hanya sekelas itukah dirimu ketua DPRK.
Carilah solusi untuk gaji perangkat Desa yang sudah 6 bulan tidak begaji,disini kami selaku Sosial kontrol ada kecurigaan ,jangan jangan dana untuk tulah Perangkat Desa anda juga ikut dalam mempermainkannya dalam Sebuah Permainan ,hal ini hanya dia bayangan dan Tuhan yang tahu.







