Takengon | Pilargayonews.com – Forum Mahasiswa KIP Kuliah (FORMAKIP) IAIN Takengon menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang tertimpa musibah dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban kebakaran di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, Rabu (24/6/2026).
Bantuan disalurkan kepada dua keluarga korban, yakni keluarga Amri di Desa Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, serta keluarga Eka di Kampung Weh Porak, Dusun Blang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Ketua FORMAKIP IAIN Takengon, Yoga Temasmiko, didampingi Kepala Bidang Sosial dan Masyarakat, Ilham Mahmuda, bersama jajaran pengurus FORMAKIP.
Ketua FORMAKIP, Yoga Temasmiko, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk solidaritas mahasiswa kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban para korban. Walaupun nilainya tidak seberapa, kami ingin menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Sosial dan Masyarakat FORMAKIP, Ilham Mahmuda, menjelaskan bahwa sebelum menyalurkan bantuan, pihaknya terlebih dahulu berkomunikasi dengan keluarga korban untuk mengetahui kebutuhan yang paling mendesak.
“Berdasarkan hasil komunikasi dengan keluarga Pak Amri di Paya Tumpi, saat ini kebutuhan yang paling diperlukan adalah peralatan dapur. Karena itu, bantuan yang kami serahkan berupa kompor gas, perlengkapan memasak, pakaian, serta kebutuhan lainnya,” kata Ilham.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Amri, pemilik rumah yang hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu (21/6/2026) pagi di Desa Paya Tumpi.
Selain itu, FORMAKIP juga menyerahkan bantuan kepada Eka, korban kebakaran rumah di Kampung Weh Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, yang terjadi pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 11.40 WIB.
Menceritakan peristiwa yang dialaminya, Eka mengaku saat kejadian dirinya sedang berada di kebun. Sebelum pergi, ia memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman dan telah mematikan sakelar listrik.
“Saya sedang berada di kebun. Sebelum berangkat saya sudah memastikan rumah aman dan sakelar lampu juga sudah dimatikan. Saya baru mengetahui rumah terbakar setelah dihubungi warga,” tutur Eka.
Untuk keluarga Eka, bantuan yang disalurkan berupa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, serta sejumlah kebutuhan sehari-hari lainnya.
Ilham Mahmuda berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua keluarga yang sedang menghadapi musibah.
“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban Pak Amri dan Pak Eka beserta keluarga. Kami juga mendoakan agar mereka diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini serta dapat segera bangkit kembali,” ucapnya.
Melalui aksi kemanusiaan tersebut, FORMAKIP IAIN Takengon berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa maupun masyarakat terus tumbuh, sehingga mampu menjadi kekuatan bersama dalam membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.






