KALIBER Desak Kajari Aceh Tenggara Usut Tuntas Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Kute Lawe Sigala Barat Jaya TA 2024

- Editor

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara –  pilargayonews.com
— Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KALIBER mendesak Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara untuk mengusut secara menyeluruh dan tuntas dugaan penyalahgunaan Dana Desa Kute Lawe Sigala Barat Jaya, Kecamatan Lawe Sigala, Tahun Anggaran 2024.

Desakan tersebut disampaikan menyusul banyaknya laporan dan keluhan masyarakat yang menilai pengelolaan Dana Desa di wilayah tersebut sarat dugaan penyimpangan serta minim transparansi.

Ketua KALIBER Aceh, Zoel Kenedi alias ZK Agara, menegaskan bahwa indikasi penyimpangan Dana Desa tidak hanya terjadi pada satu kegiatan tertentu, melainkan diduga melibatkan sejumlah pos anggaran lainnya.

“Berdasarkan laporan masyarakat dan hasil penelusuran kami di lapangan, dugaan penyimpangan Dana Desa Kute Lawe Sigala Barat Jaya Tahun Anggaran 2024 tidak hanya pada satu proyek. Masih banyak kegiatan lain yang patut diduga bermasalah dan harus diperiksa secara menyeluruh,” tegas ZK

Agara.
Salah satu dugaan penyimpangan paling mencolok, lanjutnya, terdapat pada pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari anggaran ketahanan pangan.

Menurut KALIBER, kegiatan tersebut jelas tidak sesuai peruntukan karena dibangun di kawasan permukiman warga, bukan di area pertanian sebagaimana tujuan utama anggaran ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan itu peruntukannya jelas untuk mendukung sektor pertanian. Namun faktanya, jalan rabat beton justru dibangun di area permukiman desa. Ini sudah menyimpang sejak tahap perencanaan,” ujarnya.

Selain dugaan salah sasaran, KALIBER juga menyoroti kualitas fisik bangunan yang dinilai sangat memprihatinkan. Ketebalan rabat beton diduga hanya sekitar lima sentimeter dan pengerjaannya terkesan asal-asalan serta tidak memenuhi standar teknis.

Baca Juga:  Kepala BKPSDM Aceh Tengah Ajukan Sanksi kepada Oknum Kepala Sekolah dan Guru yang Terlibat Skandal

“Jika ketebalan rabat beton hanya sekitar lima sentimeter dan dikerjakan tanpa standar teknis yang benar, maka ini bukan sekadar kelalaian. Patut diduga ada unsur kesengajaan yang berpotensi merugikan keuangan negara,” tambah ZK Agara.

Lebih jauh, KALIBER menilai kondisi tersebut mengarah pada pola pengelolaan Dana Desa yang tidak akuntabel dan berpotensi sistematis. Oleh karena itu, pihaknya mendesak Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara agar tidak melakukan pemeriksaan secara parsial atau setengah-setengah.

“Kami mendesak Kajari Aceh Tenggara untuk melakukan audit investigatif dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024 di Kute Lawe Sigala Barat Jaya. Jangan hanya fokus pada satu kegiatan, karena ini menyangkut uang rakyat,” tegasnya.

KALIBER juga secara tegas meminta aparat penegak hukum untuk memanggil dan memeriksa Kepala Desa Kute Lawe Sigala Barat Jaya yang saat ini dijabat oleh (R), beserta perangkat desa, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), dan seluruh pihak yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pertanggungjawaban Dana Desa Tahun Anggaran 2024.

“Dana Desa bukan milik pribadi, melainkan milik masyarakat. Jika disalahgunakan, maka harus ada pertanggungjawaban hukum yang tegas agar memberikan efek jera,” pungkas ZK Agara.

Desakan ini, menurut KALIBER, merupakan bentuk respons atas aspirasi dan laporan masyarakat yang selama ini merasa dirugikan akibat pembangunan desa yang dinilai tidak tepat sasaran, tidak berkualitas, serta jauh dari prinsip transparansi dan akuntabilitas.
pilargayonews.com,Rizkan Ekan

Berita Terkait

SPPG Kemala Bhayangkari Gelar Pelatihan Sertifikasi Penjamah Makanan bagi Petugas
‎Enam Rumah Hangus Terbakar di Desa Bukit Kebayakan
Pemkab Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Keenam Kalinya
‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Bantu Warga Cor Rumah di Blang Kolak II
Kaliber Bongkar Borok Dana Desa 2025: Program Titipan Oknum Ketua DPRK Diduga Rampok APBDes di Bambel dan Leuser
Plt Kadis Pendidikan Aceh, Murthalamuddin Semangati Guru dan Pelajar di Seluruh Aceh Dengan Berkeliling
KALIBER Soroti Proyek Jalan Sirtu dan Jembatan Beton APBN 2025 di Telaga Mekar, Diduga Sarat Penyimpangan dan Mark Up Anggaran
TNI Yonzipur Rapungkan Jembatan Darurat Berawang Gajah, Empat Kampung di Aceh Tengah Tak Lagi Terisolir
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:16 WIB

SPPG Kemala Bhayangkari Gelar Pelatihan Sertifikasi Penjamah Makanan bagi Petugas

Minggu, 25 Januari 2026 - 05:11 WIB

‎Babinsa Koramil 04/Bintang Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Kala Bintang

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:16 WIB

Respon Cepat Polres Aceh Tengah Datangi Lokasi Kebakaran, Lakukan Pengamanan dan Bantu Pemadaman

Sabtu, 24 Januari 2026 - 05:28 WIB

‎ ‎Progres Pembangunan Jembatan Gantung Kala Ili Capai 14,40 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:01 WIB

‎Enam Rumah Hangus Terbakar di Desa Bukit Kebayakan

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:05 WIB

‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Gelar Karya Bhakti TNI di Kantor Desa Keramat Mupakat

Kamis, 22 Januari 2026 - 11:21 WIB

Pemkab Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Keenam Kalinya

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:21 WIB

‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Bantu Warga Cor Rumah di Blang Kolak II

Berita Terbaru

Aceh Tengah

‎Enam Rumah Hangus Terbakar di Desa Bukit Kebayakan

Jumat, 23 Jan 2026 - 13:01 WIB