TAKENGON – Bertepatan dengan pelaksanaan Apel Kesadaran Nasional yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Aceh Tengah, Senin (20/04/2026), Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah resmi meluncurkan dua inovasi layanan digital terbaru: LEPAT (Layanan Elektronik WhatsApp Aceh Tengah) dan Portal GEMASIH (Gerakan Masyarakat Aceh Tengah Bersih).
Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, MSP., didampingi jajaran kepala perangkat daerah di hadapan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN). Momentum Apel Kesadaran Nasional sengaja dipilih untuk menegaskan komitmen pengabdian aparatur melalui transformasi pelayanan publik yang lebih modern dan transparan.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Muchsin Hasan menekankan bahwa inovasi ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam merespons cepat kebutuhan masyarakat di era digital.
“Hari ini, pada Apel Kesadaran Nasional, kita tidak hanya memperingati kedisiplinan sebagai ASN, tetapi juga membuktikan dedikasi kita melalui peluncuran LEPAT dan Portal GEMASIH. Dengan teknologi ini, kita memangkas jarak antara pemerintah dan rakyat. Saya ingin seluruh OPD proaktif memanfaatkan sistem ini agar tidak ada lagi keluhan masyarakat yang tidak terakomodasi,” tegas Muchsin Hasan.
Inovasi LEPAT hadir sebagai solusi praktis berbasis chatbot WhatsApp yang mencakup lima layanan utama, yakni profil daerah, layanan publik (kependudukan & kesehatan), informasi pariwisata/UMKM, berita terkini, hingga kanal pengaduan darurat dan laporan hoaks. Sementara itu, Portal GEMASIH menjadi sistem monitoring digital khusus untuk mengoordinasikan gerakan gotong royong kebersihan di seluruh penjuru Aceh Tengah.
Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menjelaskan bahwa kedua aplikasi ini dibangun dengan prinsip kemudahan akses (user-friendly).
“Sesuai arahan pimpinan, kami mengembangkan LEPAT karena hampir seluruh lapisan masyarakat menggunakan WhatsApp. Ini adalah kanal satu pintu yang memudahkan warga mendapatkan informasi tanpa harus datang ke kantor. Sementara Portal GEMASIH akan menjadi alat kontrol kita bersama dalam menjaga keasrian daerah, di mana pelaporan dan monitoring gotong royong terdokumentasi secara digital dan real-time,” ungkap Mustafa.
Acara peluncuran ditandai dengan pemindaian kode QR (Scan ME) secara simbolis oleh Wakil Bupati. Masyarakat kini dapat mulai memanfaatkan layanan LEPAT melalui nomor WhatsApp resmi yang telah disediakan untuk mendapatkan akses informasi pembangunan dan pelayanan publik secara cepat dan akurat.
(Fasya Harsa/Diskominfo)






