Tak Menyerah pada Bencana, Masyarakat Bintang Pepara Bangkit Jadi Buruh Harian Demi Bertahan Hidup

- Editor

Minggu, 4 Januari 2026 - 06:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon – pilargayonews.com |Bencana tidak memadamkan semangat hidup masyarakat Kampung Bintang Pepara, Kecamatan Ketol. Meski telah lebih dari sebulan mengungsi di SMP Negeri 32 Takengon, para pengungsi memilih tidak berpangku tangan dan tidak hanya bergantung pada bantuan, melainkan berjuang mencari nafkah sebagai buruh harian demi menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Salah satunya adalah Ibu Sri Murni, pengungsi asal Bintang Pepara. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengenang hari kejadian bencana yang memaksa dirinya dan keluarga meninggalkan rumah.

“Kalau teringat itu masih nangis, Pak. Sedih kali. Nggak bisa diceritakan lagi”, ucapnya dengan lirih saat di wawancari langsung dari tim Bagian Prokopim, Sabtu (03/01/2026).

Sudah lebih dari sebulan Ibu Sri Murni bersama puluhan keluarga lainnya bertahan di pengungsian. Kebutuhan pokok masih sangat bergantung pada bantuan, yang kerap terhambat akibat akses jalan terputus dan distribusi logistik yang hanya bisa dilakukan melalui udara.

Di tengah keterbatasan itu, Ibu Sri Murni dan keluarga lainnya memilih bekerja sebagai buruh upah harian. “Ngutip cabe di bukit, upahnya sekitar Rp. 50 ribu sehari. Itu untuk makan anak-anak. Alhamdulillah, bisa bertahan”, tuturnya.

Namun, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah tempat tinggal. Ia dan keluarga lainnya berharap segera dipindahkan dari lokasi pengungsian, mengingat aktivitas sekolah akan segera berjalan normal.

Baca Juga:  J&T Diduga Fasilitasi Pengiriman Getah Ilegal di Aceh Tengah ke Sumatera Utara

“Kami kepingin cepat pindah. Rumah gubuk pun tak apa, yang penting aman. Kami sudah takut kembali ke kampung lama, sudah tidak layak lagi”, katanya.

Harapan senada disampaikan oleh Reje Kampung Bintang Pepara, Misran, SH. Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat 99 KK dengan total 360 jiwa yang mengungsi. Ketersediaan logistik pangan diperkirakan hanya cukup untuk empat hingga lima hari ke depan. Selain itu, kebutuhan air bersih menjadi persoalan paling mendesak.

“Listrik belum berfungsi, kami masih mengandalkan genset bantuan pemerintah. Ekonomi masyarakat juga berat, rata-rata hanya dapat sekitar Rp. 50 ribu per hari dari pekerjaan serabutan”, jelasnya.

Menjelang bulan Ramadan, masyarakat berharap hunian sementara dapat segera dibangun. Masyarakat bahkan telah sepakat untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman demi keselamatan jangka panjang.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Aceh Tengah bersama tim turun langsung mengecek lokasi calon hunian sementara di Kampung Jalan Tengah, Lapangan Sepak Bola, Kecamatan Ketol. Pemerintah memastikan proses percepatan pembangunan hunian sementara terus dikawal agar warga tidak terlalu lama hidup di pengungsian.

Kisah warga Bintang Pepara menjadi potret nyata ketangguhan para pengungsi terluka oleh bencana, namun tidak menyerah, terbatas oleh keadaan, namun tetap berjuang, berharap pada bantuan, namun tidak kehilangan harga diri untuk bekerja.

Berita Terkait

POLRI Sigap Rela Basah-basahan di Air Berlumpur, Pulihkan Drainase Tersumbat Pascabencana Banjir dan Longsor
‎PUPR Aceh Tambah Dua Unit Excavator, Pijas Visara: Akses Jalan Bintang–Serule Jadi Prioritas
Respon Cepat Polsek Lut Tawar Pulihkan Akses Jalan Takengon–Bintang Pascabanjir dan Longsor
Kejar Rampung Sebelum Ramadan, Bupati Aceh Tengah Percepat Pembangunan Huntara Bersama BNPB
Kodim 0106/Aceh Tengah Salurkan Bantuan Mesin RO Dan Sembako untuk Warga Terdampak Pascabencana
Turun Ke Lapangan, Dandim Tinjau Langsung Bencana Alam Desa Kenawat
Dari Posko hingga Pintu Rumah, Polri Hadir Pastikan Layanan Kesehatan Warga Terdampak Bencana di Kala Segi Aceh Tengah
‎Longsor Sejak November 2025, SD Negeri Merie I Bener Meriah Terancam, Sekolah Berharap Solusi Pemerintah ‎
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 08:30 WIB

POLRI Sigap Rela Basah-basahan di Air Berlumpur, Pulihkan Drainase Tersumbat Pascabencana Banjir dan Longsor

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:52 WIB

‎PUPR Aceh Tambah Dua Unit Excavator, Pijas Visara: Akses Jalan Bintang–Serule Jadi Prioritas

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:50 WIB

Respon Cepat Polsek Lut Tawar Pulihkan Akses Jalan Takengon–Bintang Pascabanjir dan Longsor

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:59 WIB

Kejar Rampung Sebelum Ramadan, Bupati Aceh Tengah Percepat Pembangunan Huntara Bersama BNPB

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:01 WIB

Kodim 0106/Aceh Tengah Salurkan Bantuan Mesin RO Dan Sembako untuk Warga Terdampak Pascabencana

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:54 WIB

Dari Posko hingga Pintu Rumah, Polri Hadir Pastikan Layanan Kesehatan Warga Terdampak Bencana di Kala Segi Aceh Tengah

Selasa, 6 Januari 2026 - 09:38 WIB

‎Longsor Sejak November 2025, SD Negeri Merie I Bener Meriah Terancam, Sekolah Berharap Solusi Pemerintah ‎

Selasa, 6 Januari 2026 - 08:29 WIB

Pemerintah Pusat Siapkan Bantuan Rumah Korban Bencana Aceh Tengah, Nilai Bervariasi Rp. 15 Juta hingga Rp. 30 Juta

Berita Terbaru