Wabup Aceh Tengah Temui Poktan CPCL Penerima Bantuan Perkebunan 2025: Dorong Optimalisasi dan Akuntabilitas Pemanfaatan Bantuan

- Editor

Senin, 14 April 2025 - 03:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon – pilargayonews. com | Dalam upaya mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan perkebunan sebagai pilar ekonomi lokal, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, MSP, melakukan pertemuan strategis dengan Kelompok Tani (Poktan) Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) penerima bantuan program kegiatan perkebunan tahun anggaran 2025. Pertemuan ini digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jagong Jeget, Minggu (13/04/2025).

Pertemuan tersebut difokuskan pada sosialisasi teknis program bantuan sekaligus verifikasi dan validasi data CPCL, guna memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan terhindar dari penyimpangan administratif. Dalam arahannya, Wabup Muchsin Hasan menekankan urgensi pengelolaan bantuan secara profesional dan akuntabel.

> “Kami berharap agar setiap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas komoditas perkebunan, khususnya kopi sebagai komoditas unggulan daerah,” ujar Wabup di hadapan perwakilan Poktan dan unsur dinas teknis.

 

Wabup juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif anggota kelompok dalam setiap tahapan pengelolaan bantuan. Ia menegaskan bahwa bantuan hanya akan diberikan kepada kelompok tani yang benar-benar menunjukkan komitmen dan konsistensi dalam pengelolaan usaha tani.

> “Hari ini, Pak Bupati berada di Kecamatan Atu Lintang, sementara saya di Jagong Jeget, dengan tujuan yang sama: memastikan bahwa calon penerima manfaat adalah kelompok yang serius dan anggotanya aktif berpartisipasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Tentatif Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 Hijriah. Bupati di Masjid Al Abrar Kebayakan, Wabup di Musara Alun

 

Dalam sesi diskusi, perwakilan Poktan dan jajaran SKPK terkait turut membahas berbagai tantangan di lapangan, termasuk kendala teknis, akses pasar, serta kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani. Wabup mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergi lintas sektor demi menyukseskan program secara holistik.

Bantuan program kegiatan perkebunan tahun 2025 ini berasal dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Perkebunan dan Pertanian Aceh yang bersumber dari APBA. Adapun bentuk bantuannya mencakup:

Peremajaan dan rehabilitasi tanaman kopi: 99.000 batang bibit kopi Arabika, dialokasikan untuk lahan seluas 100 hektar di Kabupaten Aceh Tengah.

Pupuk hayati padat: Sebanyak 203.000 kilogram.

Pupuk organik cair: Sebanyak 6.900 liter.

Muchsin Hasan turut mengingatkan pentingnya penerapan prinsip manajemen usaha tani yang berbasis data dan berbasis hasil. Menurutnya, bantuan fisik harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas manajerial agar keberlanjutan program dapat terjamin.

> “Bantuan ini bukan sekadar input fisik, tetapi juga instrumen strategis untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan petani. Diperlukan tata kelola yang transparan, partisipatif, dan akuntabel agar program ini benar-benar berdampak pada kesejahteraan petani,” pungkasnya.

 

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap melalui komitmen bersama dan semangat gotong royong, program ini menjadi katalisator peningkatan daya saing sektor perkebunan daerah secara berkelanjutan.

Berita Terkait

TNI AD Kerahkan Alat Berat Untuk Pembesihan Jalan Takengon – Bintang
Polres Aceh Tengah Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H, Kapolres Tekankan Kepedulian Pasca Bencana
Masyarakat Nasabah Tuntut Evaluasi PT. PNM Mekar, Bupati Haili Lakukan Mediasi Kedua Belah Pihak
Polsek Silih Nara dan Brimob Polda Aceh Gotong Royong Bantu Pembersihan dan Perbaikan Tempat Ibadah
Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Bupati Aceh Tengah Ajak Tingkatkan Kualitas Shalat dan Kesabaran Pascabencana
Kasat Lantas Polres Aceh Tengah Tinjau Lokasi Tanah Longsor Jalan Blang Mancung–Simpang Balek
Satgas Gulbencal TNI Bangun Jembatan Darurat Pasca Banjir dan Longsor di Desa Burlah
‎Dekna Cake Bersama BFLF Indonesia, Kongsi Kasih dan RIS Studio Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Kampung Tirmiara
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:42 WIB

Masyarakat Nasabah Tuntut Evaluasi PT. PNM Mekar, Bupati Haili Lakukan Mediasi Kedua Belah Pihak

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:18 WIB

Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Bupati Aceh Tengah Ajak Tingkatkan Kualitas Shalat dan Kesabaran Pascabencana

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:10 WIB

KALIBER Aceh Desak Audit Dana Desa Kuta Tengah Tahun 2022–2023, Diduga Sarat Penyimpangan

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:38 WIB

‎Dekna Cake Bersama BFLF Indonesia, Kongsi Kasih dan RIS Studio Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Kampung Tirmiara

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:53 WIB

Menteri Pertanian RI Terapkan Skema Padat Karya untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana, Upah Petani Dibayar Pemerintah Pusat

Rabu, 14 Januari 2026 - 04:41 WIB

Dana Tunggu Hunian Cair, Di Tengah Pemulihan Bencana Warga Aceh Tengah Mulai Tersenyum

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:05 WIB

Dana Rp 10,7 Miliyar Jalan Nasional Kutacane -Gayo Lues Oleh PT. Segon Karya Alcantara Jadi tempat Hantu Bermain

Selasa, 13 Januari 2026 - 05:30 WIB

‎ ‎Koramil 04/Bintang Awasi Pembersihan Longsor Jalan Takengon–Serule, Progres Capai 60 Persen

Berita Terbaru