Aceh Tenggara — Ketua Kaliber Aceh, Zoel Kenedi,melontarkan kritik keras terhadap Bupati Aceh Tenggara yang dinilai gagal menunjukkan kepemimpinan yang berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat. Hingga saat ini, gaji tenaga honorer yang seharusnya menjadi hak justru belum terbayarkan, memperlihatkan lemahnya kendali dan prioritas pemerintahan daerah.
“Ini bukan lagi soal administrasi yang terlambat. Ini kelalaian serius. Ketika hak honorer tidak dibayar, itu bukti nyata bahwa Bupati tidak menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama,” tegas Zoel.
Di tengah persoalan mendesak tersebut, Bupati justru dinilai lebih sibuk menggulirkan narasi penertiban disiplin ASN.
Kaliber Aceh menilai langkah ini tidak menyentuh akar masalah, bahkan terkesan sebagai upaya menutupi kegagalan dalam mengelola pemerintahan.
“Bupati seolah ingin terlihat tegas ke ASN, tapi abai terhadap kewajiban paling dasar: membayar hak tenaga kerja. Ini bukan ketegasan, ini salah arah,” lanjutnya.
Zk Agara juga menyoroti gaya kepemimpinan Bupati yang dinilai lebih banyak diwarnai aktivitas ‘cawe-cawe’ ketimbang fokus menyelesaikan persoalan daerah. Kondisi ini memperkuat kesan bahwa kepemimpinan berjalan tanpa arah yang jelas.
“Bupati terlalu sibuk di luar, tapi lupa bahwa daerahnya sendiri sedang bermasalah. Ini bukan kepemimpinan, ini pembiaran,” ujarnya tajam.
Lebih jauh, 11 janji politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat hingga kini dinilai tidak memiliki kejelasan realisasi. Tidak ada transparansi capaian, tidak ada progres yang bisa diukur, sehingga publik menilai janji tersebut hanya sebatas omon-omon politik.
“Kalau janji tidak ditepati, lalu apa yang bisa dipertahankan dari kepemimpinan ini? Rakyat tidak butuh pidato, rakyat butuh hasil,” tegas Zk
Kaliber Aceh bahkan menilai kondisi Aceh Tenggara saat ini menunjukkan gejala kemunduran, bukan kemajuan. Stagnasi birokrasi, lemahnya pengambilan keputusan, serta tidak adanya langkah strategis memperparah situasi.
“Ini sudah masuk kategori kegagalan dalam menentukan arah. Jika Bupati tidak segera melakukan langkah konkret, maka publik berhak menyimpulkan bahwa kepemimpinan ini gagal,” katanya.
Sebagai penutup, Kaliber Aceh memberikan peringatan terbuka kepada Bupati Aceh Tenggara:
Segera bayarkan gaji honorer tanpa alasan
Hentikan kebijakan yang hanya bersifat pencitraan
Fokus pada penyelesaian masalah nyata di daerah
“Ini bukan lagi kritik biasa, ini alarm keras. Jika tetap diabaikan, maka krisis kepercayaan publik tidak bisa dihindari,” tutup Zoel Kenedi.






