Takengon – Kepedulian terhadap masyarakat yang masih terdampak bencana hidrometeorologi kembali ditunjukkan oleh Anggota Komisi C DPRK Aceh Tengah dari Partai Gerindra, Yuska Mashudi, A.Md., S.Ars., yang bersama Martis merupakan pemilik alat escavator, menurunkan satu unit ekskavator secara swadaya untuk membantu meratakan lahan permukiman warga di Dusun Ayangan, Kampung Jongok Meluem, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (19/7/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang hingga kini masih berjuang memulihkan kawasan permukiman mereka pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025.
Sejak bencana melanda, sebagian lahan permukiman warga masih tertimbun material sehingga belum dapat kembali dimanfaatkan untuk membangun rumah.
Kepala Dusun Ayangan, Hairul Saleh, mengatakan masyarakat sangat bersyukur atas kepedulian yang diberikan Yuska Mashudi. Menurutnya, hingga saat ini masih banyak warga yang belum dapat kembali ke rumah karena kondisi lahan belum memungkinkan untuk dibangun.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Selama ini masyarakat berharap ada perhatian untuk membantu memperbaiki lokasi permukiman yang tertimbun material bencana. Bantuan alat berat ini menjadi harapan baru bagi warga agar lahan dapat segera diratakan dan kembali ditempati,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua RGM Kampung Jongok Meluem, Khaidir, mengatakan bantuan alat berat tersebut merupakan bentuk kepedulian langsung dari Yuska Mashudi kepada masyarakat Kecamatan Kebayakan.
Menurutnya, anggota DPRK dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Aceh Tengah bersama bapak martis berinisiatif menanggung penyediaan alat berat secara swadaya guna membantu meringankan beban masyarakat yang hingga kini masih menunggu proses pemulihan kawasan permukiman.
“Ini merupakan bantuan langsung dari Bapak Yuska Mashudi dan martis. Beliau menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan menurunkan alat berat untuk meratakan lokasi permukiman warga yang masih tertimbun material bencana. Kami sangat mengapresiasi perhatian beliau kepada masyarakat,” kata Khaidir.
Ia berharap kepedulian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak lainnya untuk ikut membantu percepatan pemulihan kawasan terdampak bencana.
”Kami berharap semakin banyak masyarakat maupun pihak lain yang tergerak untuk berdonasi dan membantu percepatan pemulihan lahan warga.
Hingga saat ini tidak ada lokasi relokasi, sehingga harapan masyarakat adalah dapat kembali membangun rumah di lahan yang telah diratakan,” tambahnya.
Sementara itu, pelaksana lapangan, Alin Lot, menjelaskan pekerjaan pemerataan lahan mulai dilaksanakan pada Minggu (19/7/2026) dan diperkirakan berlangsung selama sekitar tiga hari, menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Pekerjaan ini kemungkinan memakan waktu hingga tiga hari. Targetnya seluruh lahan yang tertimbun dapat diratakan sehingga memudahkan masyarakat membangun kembali rumah mereka serta menandai batas-batas lahan yang selama ini tertutup material,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sumbangsih bersama antara Yuska Mashudi dan Martis, pemilik alat berat yang merupakan pemilik wisata Gayo Quine Pante Gading Bebuli Takengon, dengan tujuan membantu masyarakat mempercepat pemulihan kawasan permukiman yang terdampak bencana.
Langkah swadaya yang dilakukan Yuska Mashudi dan bapak martis tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga berharap upaya itu dapat mempercepat pemulihan kawasan permukiman sehingga masyarakat yang terdampak bencana dapat segera kembali membangun rumah dan melanjutkan kehidupan mereka di lingkungan asal.






