Takengon – Di bawah terik matahari dan suasana pemulihan pascabencana, Anak-anak pengungsi di Kampung Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, mengikuti khitanan massal gratis yang dipusatkan di tenda oranye BNPB halaman SD Negeri 11 Linge, Minggu (18/01/2026).
Kegiatan sosial ini diinisiasi oleh Forum Kepala Puskesmas se-Aceh Tengah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Aceh Tengah, sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak banjir dan longsor dari empat kampung, yakni Pantan Nangka, Mungkur, Gewat, dan Simpang Tiga Uning.
Meski cuaca terasa sangat panas, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Sebanyak 15 anak mengikuti khitanan massal yang dilaksanakan langsung oleh tim medis Dinas Kesehatan Aceh Tengah. Selain sunat massal, kegiatan ini juga dirangkai dengan trauma healing bagi anak-anak, mendongeng, pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan massal, pemberian makanan bayi dan anak (PMBA), serta pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis.
Pelaksanaan khitanan massal berlangsung secara sederhana, tepat di bawah tenda-tenda BNPB berwarna oranye yang selama ini menjadi tempat berlindung warga pengungsi. Kehadiran layanan kesehatan langsung di lokasi pengungsian memberikan perhatian bagi masyarakat yang masih dalam kondisi sulit.
Kegiatan ini turut mendapat perhatian serius dari Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, yang menyempatkan diri hadir langsung untuk meninjau pelaksanaan kegiatan, menyapa anak-anak, serta memberikan semangat kepada para orang tua di pengungsian.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah, Miftahuddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerja sosial berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.
“Hari ini kita melaksanakan pengobatan massal sekaligus sunat massal untuk masyarakat Pantan Nangka, Mungkur, dan Gewat. Ini adalah kerja sosial dan solidaritas untuk masyarakat yang terkena dampak bencana di Kecamatan Linge. Ini sudah kedua kalinya kita lakukan. Sebelumnya, sebanyak 47 anak telah disunat massal di Kecamatan Bintang”, jelasnya.
Ia menambahkan, dari 25 anak yang terdaftar di Pantan Nangka, 15 anak telah menjalani khitanan hari ini, sementara sisanya akan dilakukan secara bertahap.
“Selain khitanan massal, kita juga melakukan skrining kesehatan dari balita hingga lansia, pengobatan massal, serta penyuluhan kesehatan. Ke depan, kegiatan ini akan terus berlanjut di desa-desa terdampak lainnya sesuai arahan Bupati”, tambah Miftahuddin.
Salah seorang warga Pantan Nangka, Rabiana, ibu dari anak yang mengikuti khitanan massal, mengungkapkan rasa syukur dan kepuasannya.
“Alhamdulillah, kami sangat senang. Gratis untuk anak-anak kami, banyak dokternya, pelayanannya bagus. Dalam kondisi bencana seperti ini, kami merasa sangat terbantu dan puas”, ungkapnya.
Rabiana juga berharap perhatian pemerintah terus berlanjut, terutama menjelang bulan suci Ramadan. “Kami mohon ke depan bisa dibangun hunian sementara di tempat kami ini, karena korban bencana masih banyak dan belum bisa ke mana-mana”, tuturnya.








