Aceh Tengah – Progres pembangunan Jembatan Gantung Kalaili yang berada di wilayah teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah terus berjalan. Hingga Selasa, 20 Januari 2026, capaian pekerjaan fisik jembatan tersebut telah mencapai 10,80 persen.
Jembatan gantung ini dibangun pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Owaq – Kemukiman Wih Dusun Jamat, melintasi sejumlah desa, di antaranya Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, Desa Kute Reje, dan Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Jembatan dengan tipe jembatan gantung ini memiliki panjang bentangan sekitar 100 meter, dengan material utama disuplai oleh TNI Angkatan Darat. Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar desa dan mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaan pembangunan, personel gabungan dikerahkan, terdiri dari 4 personel Koramil 05/Linge di bawah pimpinan Lettu Inf Muklis, 30 personel Yon TP 854/DK dipimpin Letda Inf Ramdani, S.Sos, serta 5 personel Kompi B Yonif 114/SM di bawah Serda Fikri, yang turut dibantu oleh sekitar 10 orang masyarakat setempat.
Adapun target penyelesaian pembangunan jembatan ini direncanakan pada Februari 2026. Hingga saat ini, kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi pengecoran lantai dasar kerja lubang abutmen titik 1B dengan ketebalan 15 sentimeter, perakitan dan pembengkokan besi, serta pembersihan dan perataan lubang abutmen titik 2A sebagai persiapan pengecoran lantai kerja dengan ketebalan yang sama.
Sementara itu, mobilisasi material yang telah masuk ke lokasi pembangunan antara lain 250 sak semen, 50 batang besi behel, 99 batang besi ulir, serta 3 kubik batu split.
Meski demikian, dalam pelaksanaan pembangunan masih terdapat kendala, terutama terkait jauhnya jarak pelangsiran material, khususnya untuk pengambilan bahan pengecoran seperti batu koral atau batu mangga.
Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kecamatan Linge, khususnya dalam mendukung akses transportasi dan perekonomian warga.






