Aceh Tenggara — Ketua KALIBER Aceh menyatakan dengan tegas dan tanpa kompromi: kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry–Heri Alhilal, telah gagal total dan bangkrut secara moral maupun kinerja. Slogan perbaikan yang dulu dijual ke rakyat kini terbukti hanya tipu daya politik murahan.
Setahun menjabat, 11 janji politik nol realisasi. Status Quo Tidak satu pun program unggulan yang benar-benar hidup dan dirasakan masyarakat. Yang tersisa hanyalah spanduk usang, pidato kosong, dan pembenaran tanpa rasa malu. Rakyat Aceh Tenggara dipaksa menelan janji yang ternyata hanya omong kosong kelas rendah.
Ketua KALIBER Aceh Zk agara menilai pasangan SAH bukan gagal karena waktu, tetapi gagal karena tidak punya kemauan dan kapasitas memimpin. Pemerintahan berjalan tanpa arah, pelayanan publik stagnan, pembangunan tak menyentuh kebutuhan dasar rakyat, sementara elite menikmati kekuasaan seolah-olah semuanya baik-baik saja.
Sebelas janji politik yang dulu dielu-elukan kini berubah menjadi monumen kebohongan. Janji itu bukan dirancang untuk membangun daerah, melainkan semata-mata memancing simpati masyarakat demi kursi kekuasaan. Setelah menang, rakyat ditinggalkan, aspirasi dibuang, dan tanggung jawab dikubur hidup-hidup.
Atas kondisi memalukan ini,
Ketua KALIBER Aceh Zoel Kenedi menegaskan: kepemimpinan Salim Fakhry–Heri Alhilal layak diberi RAPOR MERAH MENYALA. Jika rasa malu masih ada, seharusnya mereka berani mengakui kegagalan di hadapan publik, bukan terus bersembunyi di balik narasi palsu dan pencitraan murahan.Jika di keritk harus siap.bukan malah di intimidasi.(ETOS).kami juga ada tanggung jawab buat negeri ini.ucap Zk agara
Aceh Tenggara tidak butuh pemimpin pandai berjanji. Rakyat butuh pemimpin yang bekerja. Dan hari ini, pemerintahan SAH telah membuktikan satu hal: mereka gagal menjadi keduanya.janji itu kelak akan di tuntut Rakyat.
Zk agara ketua kaliber ACEH








