Aceh tenggara – Di tengah keterbatasan dan medan yang tidak selalu mudah, TNI kembali membuktikan bahwa pengabdian kepada rakyat bukan sekadar slogan. Di Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, kini berdiri kokoh Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Mamas Indah dengan Desa Natam—menjadi nadi baru penggerak aktivitas masyarakat dua kecamatan.
Sebelum jembatan ini hadir, masyarakat harus berjuang melintasi akses yang sulit, terutama saat musim hujan. Aktivitas ekonomi terganggu, anak-anak sekolah harus berhati-hati, dan mobilitas warga sering terhambat.
Namun hari ini, semuanya berubah. Jembatan Garuda bukan hanya mempermudah perjalanan, tetapi menghadirkan rasa aman, kepastian, dan harapan baru.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kepemimpinan Dandim 0108 Aceh Tenggara yang menunjukkan komitmen kuat bahwa TNI selalu hadir di tengah rakyat. Di bawah komando beliau, jajaran turun langsung memastikan pembangunan berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Peran Danposramil Darul Hasanah, Peltu Dedi Cahyadi, juga patut mendapat apresiasi tinggi. Beliau tidak hanya mengawasi dari jauh, tetapi terlibat aktif, memastikan setiap proses berjalan dengan kualitas terbaik. Dengan dana yang minim, hasil yang dicapai justru luar biasa. Ini membuktikan bahwa bagi TNI, yang utama bukan besar kecilnya anggaran, melainkan niat tulus dan tanggung jawab terhadap rakyat.
Ketua KALIBER Aceh, Zoel Kenedi, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi TNI dalam pembangunan ini. Menurutnya, Jembatan Garuda adalah simbol nyata bahwa TNI bukan hanya garda pertahanan negara, tetapi juga motor penggerak pembangunan di daerah.
Masyarakat dua kecamatan kini merasakan langsung dampaknya. Petani lebih mudah membawa hasil kebun, pedagang lebih lancar beraktivitas, anak-anak sekolah tidak lagi waswas saat melintas. Jembatan ini menjadi saksi bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu, tidak ada hambatan yang tidak bisa dilalui.
Lebih dari sekadar infrastruktur, Jembatan Garuda adalah simbol kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian.
Pesan pak Dandim 0108 Aceh tenggara – Letkol Czi
Arya murdiantoro.ST. kepada masyarakat agar menjaga dan merawat jembatan tersebut menjadi ajakan moral yang kuat. Karena jembatan ini dibangun dengan kerja keras, semangat, dan hati.
Hari ini, Jembatan Garuda berdiri kokoh di Darul Hasanah. Namun yang lebih kokoh lagi adalah kepercayaan masyarakat kepada TNI. Di pelosok desa sekalipun, TNI hadir, bekerja, dan mengabdi tanpa pamrih.
Aceh Tenggara patut bangga. Rakyat patut bersyukur. Dan TNI kembali membuktikan, bersama rakyat TNI kuat, bersama TNI rakyat sejahtera.ucapan terima kasih wargapun tak terhingga
Khusus nya kepada pak Dandim Aceh tenggara..







