Aceh tenggara – Kunjungan Kapolda Aceh ke Kabupaten Aceh Tenggara disambut antusias masyarakat. Namun di tengah kedatangan orang nomor satu di jajaran Polda Aceh itu, muncul desakan keras dari Ketua Kaliber Aceh, Zk Agara, agar aparat tidak hanya datang seremonial, tetapi benar-benar membongkar berbagai dugaan persoalan yang kini menjadi kemarahan publik di Aceh Tenggara.
Menurut Zk Agara,
masyarakat hari ini sudah muak melihat dugaan permainan anggaran yang terus muncul tanpa penindakan hukum yang jelas. Salah satu yang paling disorot adalah kegiatan dana narkoba tahun 2025 yang disebut-sebut tiba-tiba muncul di sejumlah desa tanpa melalui Musyawarah Desa (Musdes).
“Ini aneh dan patut dicurigai. Program bisa muncul di tengah jalan tanpa Musdes yang jelas. Dana Desa dipakai, tetapi masyarakat desa sendiri banyak yang tidak tahu bentuk kegiatan dan manfaatnya. Ada apa sebenarnya?” tegas Ketua Kaliber Aceh.
Ia menilai program tersebut diduga hanya menjadi modus menguras Dana Desa dengan dalih pemberantasan narkoba. Ironisnya, hingga saat ini masyarakat mengaku belum melihat dampak nyata dari kegiatan tersebut.
“Jangan sampai isu narkoba dijadikan tameng untuk bermain anggaran. Kalau memang program itu benar, buka semua ke publik.
Berapa anggarannya, siapa pelaksananya, apa hasilnya. Jangan hanya ramai di SPJ, tetapi nihil di lapangan,” ujar Zk Agara.
Kaliber Aceh juga meminta Kapolda Aceh tidak menutup mata terhadap dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang bermain di balik program tersebut.
Menurutnya, jika aparat serius, maka aliran anggaran dan aktor di balik kegiatan itu sangat mudah ditelusuri.
“Kalau aparat benar-benar serius, bongkar semuanya. Jangan biarkan rakyat menduga-duga sementara uang negara terus habis tanpa kejelasan,” katanya.
Selain persoalan Dana Desa, Kaliber Aceh turut menyoroti proyek yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) yang saat ini diduga menggunakan material ilegal dalam sejumlah pekerjaan proyek di Aceh Tenggara.
Dugaan penggunaan material ilegal itu dinilai sangat merugikan masyarakat karena berpotensi menurunkan kualitas pembangunan dan merusak lingkungan. Kaliber Aceh bahkan meminta aparat penegak hukum turun langsung ke lapangan untuk memeriksa sumber material yang digunakan.
“Jangan sampai proyek negara miliaran rupiah dibangun memakai material yang diduga ilegal. Kalau ini benar terjadi, maka ada dugaan pembiaran yang sangat berbahaya. Negara rugi, masyarakat rugi, lingkungan juga jadi korban,” tegasnya.
Zk Agara menilai Aceh Tenggara saat ini sedang menghadapi banyak persoalan serius yang membutuhkan keberanian aparat penegak hukum. Ia berharap kehadiran Kapolda Aceh menjadi awal bersih-bersih terhadap dugaan permainan proyek dan anggaran yang selama ini disebut-sebut sudah menjadi rahasia umum.
“Masyarakat Aceh Tenggara tidak butuh pencitraan. Yang dibutuhkan hari ini adalah tindakan nyata. Tangkap jika ada yang bermain, bongkar jika ada yang merampok uang rakyat. Jangan biarkan hukum hanya keras kepada rakyat kecil, tetapi diam terhadap dugaan permainan anggaran dan proyek besar,” pungkas Ketua Kaliber Aceh.






