Program Dana Narkoba Desa Dinilai Janggal, Kaliber Aceh Minta Kapolda Usut Tuntas

- Editor

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh tenggara – Kunjungan Kapolda Aceh ke Kabupaten Aceh Tenggara disambut antusias masyarakat. Namun di tengah kedatangan orang nomor satu di jajaran Polda Aceh itu, muncul desakan keras dari Ketua Kaliber Aceh, Zk Agara, agar aparat tidak hanya datang seremonial, tetapi benar-benar membongkar berbagai dugaan persoalan yang kini menjadi kemarahan publik di Aceh Tenggara.

Menurut Zk Agara,
masyarakat hari ini sudah muak melihat dugaan permainan anggaran yang terus muncul tanpa penindakan hukum yang jelas. Salah satu yang paling disorot adalah kegiatan dana narkoba tahun 2025 yang disebut-sebut tiba-tiba muncul di sejumlah desa tanpa melalui Musyawarah Desa (Musdes).

“Ini aneh dan patut dicurigai. Program bisa muncul di tengah jalan tanpa Musdes yang jelas. Dana Desa dipakai, tetapi masyarakat desa sendiri banyak yang tidak tahu bentuk kegiatan dan manfaatnya. Ada apa sebenarnya?” tegas Ketua Kaliber Aceh.

Ia menilai program tersebut diduga hanya menjadi modus menguras Dana Desa dengan dalih pemberantasan narkoba. Ironisnya, hingga saat ini masyarakat mengaku belum melihat dampak nyata dari kegiatan tersebut.

“Jangan sampai isu narkoba dijadikan tameng untuk bermain anggaran. Kalau memang program itu benar, buka semua ke publik.

Berapa anggarannya, siapa pelaksananya, apa hasilnya. Jangan hanya ramai di SPJ, tetapi nihil di lapangan,” ujar Zk Agara.

Kaliber Aceh juga meminta Kapolda Aceh tidak menutup mata terhadap dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang bermain di balik program tersebut.

Baca Juga:  Polres Aceh Tengah Amankan Ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Santo Petrus, Berlangsung Khidmat dan Kondusif

Menurutnya, jika aparat serius, maka aliran anggaran dan aktor di balik kegiatan itu sangat mudah ditelusuri.

“Kalau aparat benar-benar serius, bongkar semuanya. Jangan biarkan rakyat menduga-duga sementara uang negara terus habis tanpa kejelasan,” katanya.

Selain persoalan Dana Desa, Kaliber Aceh turut menyoroti proyek yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) yang saat ini diduga menggunakan material ilegal dalam sejumlah pekerjaan proyek di Aceh Tenggara.

Dugaan penggunaan material ilegal itu dinilai sangat merugikan masyarakat karena berpotensi menurunkan kualitas pembangunan dan merusak lingkungan. Kaliber Aceh bahkan meminta aparat penegak hukum turun langsung ke lapangan untuk memeriksa sumber material yang digunakan.

“Jangan sampai proyek negara miliaran rupiah dibangun memakai material yang diduga ilegal. Kalau ini benar terjadi, maka ada dugaan pembiaran yang sangat berbahaya. Negara rugi, masyarakat rugi, lingkungan juga jadi korban,” tegasnya.

Zk Agara menilai Aceh Tenggara saat ini sedang menghadapi banyak persoalan serius yang membutuhkan keberanian aparat penegak hukum. Ia berharap kehadiran Kapolda Aceh menjadi awal bersih-bersih terhadap dugaan permainan proyek dan anggaran yang selama ini disebut-sebut sudah menjadi rahasia umum.

“Masyarakat Aceh Tenggara tidak butuh pencitraan. Yang dibutuhkan hari ini adalah tindakan nyata. Tangkap jika ada yang bermain, bongkar jika ada yang merampok uang rakyat. Jangan biarkan hukum hanya keras kepada rakyat kecil, tetapi diam terhadap dugaan permainan anggaran dan proyek besar,” pungkas Ketua Kaliber Aceh.

Berita Terkait

‎Bupati Aceh Tengah Diminta Pertimbangkan Kembali Penunjukan Plt Direktur RSUD Datu Beru
Bersejarah, Ribuan Murid Ikuti Prosesi Adat Munyerahni Murid Ku Tengku Guru di Aceh Tengah
Perkuat Sinergitas, Polres Aceh Tengah Silaturahmi ke Kejari dan Kodim 0106/Aceh Tengah
‎Wujud Kepedulian Babinsa, Serda Baihaki Gotong Royong Bersama Warga di Desa Arul Gading
Diduga Ada Kutipan Rp7 Juta hingga Rp15 Juta untuk Pembuatan LKPJ Desa, KALIBER Aceh pertanyakan kinerja Inspektorat
Aset Rakyat Diduga Berubah Jadi Kendaraan Pribadi, Bupati Aceh Tenggara Diminta Tertibkan Mobil Dinas Berpelat Hitam
‎Babinsa Koramil 07/Atu Lintang Bersama Warga Gotong Royong Bangun Rumah Warga di Kepala Akal
Reje Keramat Mupakat Paparkan Inovasi Desa kepada Bupati Aceh Tengah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:25 WIB

‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Bersama Warga Laksanakan Karya Bakti Pemasangan Pipa Air Bersih di Kute Panang

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:22 WIB

‎Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil 04/Bintang Gelar Komsos Bersama Warga Desa Genuren

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:40 WIB

‎Bupati Aceh Tengah Diminta Pertimbangkan Kembali Penunjukan Plt Direktur RSUD Datu Beru

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:21 WIB

Bersejarah, Ribuan Murid Ikuti Prosesi Adat Munyerahni Murid Ku Tengku Guru di Aceh Tengah

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:58 WIB

‎Babinsa Koramil 06/Jagong Hadiri Musyawarah Rembuk Stunting di Desa Paya Tungel

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:54 WIB

‎Wujud Kepedulian Babinsa, Serda Baihaki Gotong Royong Bersama Warga di Desa Arul Gading

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:48 WIB

Diduga Ada Kutipan Rp7 Juta hingga Rp15 Juta untuk Pembuatan LKPJ Desa, KALIBER Aceh pertanyakan kinerja Inspektorat

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:24 WIB

Aset Rakyat Diduga Berubah Jadi Kendaraan Pribadi, Bupati Aceh Tenggara Diminta Tertibkan Mobil Dinas Berpelat Hitam

Berita Terbaru