TAKENGON – Reje Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen, Iman Ahmadi, S.Pd.I, bertemu dengan Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, di RSUD Datu Beru Takengon, Senin (13/7/2026). Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk melaporkan perkembangan pembangunan dan berbagai inovasi yang sedang dijalankan di Kampung Keramat Mupakat.
Dalam pertemuan itu, Iman Ahmadi menyampaikan hasil yang diperoleh setelah mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) di Universitas Indonesia. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memperkuat tata kelola pemerintahan kampung sekaligus melahirkan berbagai inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Salah satu program unggulan yang dipaparkan adalah penataan kawasan IPAL menjadi zona hijau yang produktif. Kawasan tersebut direncanakan menjadi pusat ketahanan pangan yang menggabungkan budidaya sayur-mayur dan perikanan air tawar dengan konsep pasar segar petik sendiri, sehingga masyarakat dapat menikmati hasil panen langsung dari lokasi.
Selain mendukung ketahanan pangan, kawasan tersebut juga diarahkan menjadi ruang terbuka hijau, sarana edukasi lingkungan, serta destinasi wisata berbasis desa yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Iman Ahmadi juga menjelaskan penerapan metode design thinking dalam penyusunan program pembangunan kampung. Pendekatan tersebut dipadukan dengan konsep ekonomi sirkuler desa, yakni mengelola potensi lokal secara berkelanjutan sehingga limbah dapat dimanfaatkan kembali, membuka peluang usaha baru, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, memberikan apresiasi atas semangat inovasi yang ditunjukkan Pemerintah Kampung Keramat Mupakat. Menurutnya, pembangunan desa harus berorientasi pada potensi lokal, melibatkan masyarakat, serta mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dengan Pemerintah Kampung Keramat Mupakat dalam mewujudkan desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing sebagai fondasi pembangunan daerah.






