“Bupati Aceh Tengah Terkesan Lamban ,APBD tercekat, Birokrasi Terlambat.”

- Editor

Rabu, 28 Mei 2025 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon, Pialegayonews.com – Pemerintah Daerah Aceh Tengah kembali dihadapkan pada keharusan melakukan rasionalisasi anggaran. Namun hingga memasuki pertengahan tahun 2025, belum terlihat langkah konkret dan sistematis dari pemerintah daerah dalam menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/833/SJ tentang penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja daerah.

 

Padahal, surat edaran tersebut secara tegas menginstruksikan pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk segera melakukan penyesuaian fiskal terhadap kondisi keuangan daerah masing-masing. Realitasnya, yang terjadi di Aceh Tengah justru sebaliknya: pembiaran dan tarik-ulur kebijakan tanpa arah jelas, seakan menunggu semester kedua untuk melakukan perbaikan.

 

Tindakan lambat ini patut dikritisi. Rasionalisasi anggaran bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan pelayanan publik. Ketika efisiensi anggaran diabaikan, maka potensi terjadinya pemborosan, ketidaktepatan program, hingga stagnasi penyerapan APBD akan semakin memburuk.

 

Lebih jauh, kekosongan jabatan definitif di sejumlah dinas kunci juga menjadi hambatan serius dalam tata kelola anggaran. Tanpa kejelasan struktur dan penanggung jawab di instansi teknis, bagaimana mungkin realisasi anggaran bisa digenjot dengan optimal? Karena itu, Bupati Aceh Tengah harus segera melakukan rotasi dan pengisian jabatan secara definitif sebagai langkah strategis mendukung percepatan kinerja daerah.

 

Menurut seorang Pemerhati Kebijakan pemerintah juga seorang Tokoh masyarakat Aceh Tengah yang tidak mau sebutkan namanya, lambatnya respon pemerintah daerah dalam merespons instruksi pusat dan menggerakkan roda anggaran memiliki dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat lokal.

Baca Juga:  Timbul Permasalahan, Bupati Haili Yoga Tuntaskan Persoalan Keterlambatan Huntara di Kampung Pantan Nangka

 

“Kalau kegiatan pemerintah sudah jalan sejak awal tahun, tentu banyak masyarakat yang ikut terbantu. Para pekerja harian, tukang, penyedia barang, bahkan warung kopi di sekitar lokasi proyek pasti merasakan dampaknya. Tapi karena semuanya lambat, perputaran uang di daerah pun terhambat,” ujarnya

 

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah semestinya memahami bahwa APBD bukan hanya dokumen keuangan, tetapi alat vital untuk menggerakkan ekonomi lokal.

 

“Pemerintah jangan menunggu waktu ideal untuk bekerja. Setiap keterlambatan itu berarti menunda rejeki masyarakat. Lambannya gerakan Bupati dalam merasionalisasi anggaran justru membuat ekonomi kita tertekan. Padahal surat edaran Mendagri sudah jelas-jelas mendorong efisiensi sejak awal tahun,” tegasnya.

 

 

Sudah saatnya pemerintah daerah bertindak cepat dan tidak terjebak pada rutinitas seremonial semata. Masyarakat menanti langkah nyata, bukan sekadar rencana di atas kertas. Apalagi dengan situasi fiskal yang semakin ketat, setiap rupiah dalam APBD harus dipastikan efektif dan tepat guna.

 

Keterlambatan dalam melakukan rasionalisasi anggaran di awal tahun hanya akan menambah beban di semester berikutnya. Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin Aceh Tengah akan kembali mencatatkan serapan anggaran rendah, dan pada akhirnya, publiklah yang menanggung dampaknya.

 

 

Red

 

 

Berita Terkait

‎Koperasi Desa Merah Putih Kampung Kung Rampung 100 Persen, Warga Sambut Antusias: Dorong Ekonomi Desa Semakin Maju ‎
‎Babinsa Koramil 06/Jagong Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Warga di Paya Tungel
‎Babinsa Koramil 06/Jagong Jeget Bersama Warga Laksanakan Karya Bakti di Desa Telegesari
‎Sastra Mahyadi Terpilih Pimpin DPC PPP Aceh Tengah, DPW: Saatnya Perkuat Konsolidasi Partai
‎Babinsa Koramil 01/Lut Tawar Gotong Royong Bersama Warga di Takengon Timur
‎Babinsa Koramil 01/Lut Tawar Pererat Sinergi Melalui Komsos dengan Aparatur Desa Kenawat
Muscab Ke X PPP Aceh Tengah Digelar, Haili Yoga : Siapa Pun Ketua Terpilih Harus Mampu Merangkul Seluruh Kader
Ikatan Pemuda Gayo Banda Aceh Serahkan Policy Brief Ke Pemda Aceh Tengah Dorong Inkubasi Bisnis Untuk Anak Muda
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:18 WIB

‎Koperasi Desa Merah Putih Kampung Kung Rampung 100 Persen, Warga Sambut Antusias: Dorong Ekonomi Desa Semakin Maju ‎

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:55 WIB

‎Babinsa Koramil 06/Jagong Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Warga di Paya Tungel

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:50 WIB

‎Babinsa Koramil 06/Jagong Jeget Bersama Warga Laksanakan Karya Bakti di Desa Telegesari

Senin, 6 Juli 2026 - 08:05 WIB

‎Sastra Mahyadi Terpilih Pimpin DPC PPP Aceh Tengah, DPW: Saatnya Perkuat Konsolidasi Partai

Senin, 6 Juli 2026 - 07:40 WIB

‎Babinsa Koramil 01/Lut Tawar Pererat Sinergi Melalui Komsos dengan Aparatur Desa Kenawat

Senin, 6 Juli 2026 - 07:30 WIB

Muscab Ke X PPP Aceh Tengah Digelar, Haili Yoga : Siapa Pun Ketua Terpilih Harus Mampu Merangkul Seluruh Kader

Senin, 6 Juli 2026 - 04:16 WIB

Ikatan Pemuda Gayo Banda Aceh Serahkan Policy Brief Ke Pemda Aceh Tengah Dorong Inkubasi Bisnis Untuk Anak Muda

Senin, 6 Juli 2026 - 03:57 WIB

Uji Kompetensi JPT Pratama 2026, Bupati Aceh Tengah Tekankan Kinerja dan Loyalitas ASN

Berita Terbaru