ACEH TENGAH – pilargayonews.com – Pembangunan Jembatan Kr. Pelang di Desa Mulie Jadi, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, menunjukkan progres signifikan. Pemasangan rangka baja atau erection dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen, dengan target jembatan mulai dapat dilalui kendaraan pada November 2026.
Jembatan yang terputus akibat banjir dan longsor pada November 2025 tersebut menjadi salah satu infrastruktur penting yang dinantikan masyarakat untuk memulihkan akses transportasi dan aktivitas perekonomian pascabencana.
Berdasarkan informasi dari pihak pelaksana proyek, PT Adhi Karya, sisa pekerjaan pemasangan rangka baja ditargetkan selesai dalam beberapa hari sebelum dilanjutkan dengan penyambungan struktur ke abutmen A2.
Project Manager PT Adhi Karya, Andik Jatmiko, mengatakan pekerjaan pemasangan rangka jembatan kini mendekati tahap penyelesaian.
“Untuk erection ini sudah hampir 90 persen. Insyaallah empat hari lagi sudah bisa kami sambungkan ke A2,” kata Andik, Selasa (13/10/2026).
Setelah rangka tersambung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembangunan lantai jembatan serta sejumlah pekerjaan pendukung lainnya. Pihak kontraktor menargetkan jembatan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan pada Oktober hingga November 2026.
“Kami targetkan Oktober-November ini sudah bisa dilalui,” ujarnya.
Bentang 55 Meter, Lebar Jembatan Sekitar 9 Meter
Jembatan Kr. Pelang memiliki panjang bentang sekitar 55 meter dengan lebar keseluruhan kurang lebih 9 meter.

Adapun lebar jalur yang dapat digunakan kendaraan sekitar 6 meter, sementara bagian lainnya diperuntukkan bagi jalur pedestrian.
Pembangunan jembatan dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dengan PT Adhi Karya sebagai pelaksana konstruksi. Pekerjaan tersebut mengacu pada spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain pembangunan jembatan, pekerjaan pengamanan sungai atau river training juga menjadi bagian dari penanganan infrastruktur di lokasi tersebut.
Andik menjelaskan, pekerjaan pengamanan sungai akan dilanjutkan secara maksimal setelah pembangunan jembatan selesai. Hal itu karena struktur penopang sementara yang digunakan selama pengerjaan harus dibongkar terlebih dahulu.
“Kami selesaikan jembatan dulu, setelah itu penopang sementara dibongkar, baru river training kami kerjakan penuh. Insyaallah selesai Desember. Mohon doanya agar lancar,” ungkapnya.
Sempat Terdampak Banjir Berulang
Proses pembangunan Jembatan Kr. Pelang menghadapi sejumlah kendala, terutama akibat kondisi cuaca dan banjir yang beberapa kali menerjang kawasan proyek.
Menurut Andik, banjir sempat menyebabkan sejumlah bagian pekerjaan mengalami kerusakan. Meski demikian, pengerjaan terus dilanjutkan hingga pemasangan rangka baja mendekati tahap penyambungan akhir.
“Kemarin beberapa kali kena banjir, sebagian ada yang jatuh juga. Tapi alhamdulillah sekarang sudah hampir tersambung,” katanya.
Kendala tersebut menunjukkan tantangan pembangunan infrastruktur di wilayah yang rentan terhadap banjir, terlebih ketika pekerjaan berlangsung pada musim hujan.
Rampungnya Jembatan Kr. Pelang diharapkan menjadi momentum penting bagi pemulihan konektivitas masyarakat Kecamatan Silih Nara dan Kecamatan Rusip Antara, yang memiliki total 16 desa sebagaimana disebutkan dalam informasi proyek.
Sejak jembatan utama terputus pada November 2025, masyarakat mengandalkan jembatan Bailey yang mulai dibuka pada 15 Januari 2026 sebagai jalur alternatif.
Karena itu, target pengoperasian Jembatan Kr. Pelang pada November 2026 menjadi harapan bagi masyarakat agar mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan lebih lancar.
Meski progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen pada tahap pemasangan rangka baja, penyelesaian lantai jembatan dan pekerjaan pendukung tetap menjadi tahapan penting sebelum akses tersebut benar-benar dapat digunakan.
Masyarakat kini menantikan realisasi target tersebut agar konektivitas antarkawasan kembali pulih dan dampak terputusnya akses akibat bencana dapat segera teratasi.***














