Kejaksaan Aceh Tengah Sosialisasikan Aplikasi Real-Time Monitoring Dana Desa di Bebesen

- Editor

Senin, 10 Maret 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon, Pilargayonews.com – Dalam upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa, Kejaksaan Negeri Aceh Tengah melalui Seksi Intelijen menggelar sosialisasi aplikasi Real Time Monitoring Village Management Funding atau Pemantauan Real Time Pengelolaan Dana Desa. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Camat Bebesen, Kampung Lemah Burbana, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, pada Senin, 10 Maret 2025.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh 28 reje kampung bersama operator kampung masing-masing. Tujuannya adalah memastikan dana desa digunakan tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat desa. Dengan sistem pemantauan real-time, pengawasan terhadap penggunaan dana desa dapat dilakukan lebih cepat dan akurat, sehingga potensi penyalahgunaan dapat diminimalisir.

 

Sinergi Kejaksaan dan Kemendesa PDT RI

 

Aplikasi ini merupakan hasil kerja sama antara Kejaksaan Republik Indonesia dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDT RI). Kesepahaman ini tertuang dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada 16 Desember 2024 dan diperkuat dengan perjanjian lanjutan pada 19 Desember 2024.

 

Aplikasi ini memungkinkan pemantauan khusus terhadap skala prioritas penggunaan dana desa sebagaimana diatur dalam Permendesa PDT Nomor 2 Tahun 2024. Beberapa fokus utama penggunaan dana desa tahun 2025 antara lain:

Penanganan kemiskinan ekstrem melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa minimal 15% dari Dana Desa.

Baca Juga:  Pernyataan Ketua DPRA Dinilai Keliru, Tidak Proporsional, dan Berpotensi Mengganggu Stabilitas Kelembagaan

 

Penguatan desa yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Peningkatan layanan kesehatan di desa, termasuk pencegahan stunting.

 

Dukungan ketahanan pangan dan pengembangan potensi desa.

Pemanfaatan teknologi untuk percepatan desa digital.

Pembangunan berbasis Padat Karya Tunai dengan penggunaan bahan baku lokal.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan pengelolaan dana desa semakin transparan dan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kepentingan masyarakat.

 

Sosialisasi ini berlandaskan berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, yang menegaskan peran kejaksaan dalam mencegah korupsi, kolusi, dan nepotisme. Selain itu, Instruksi Jaksa Agung Nomor 5 Tahun 2023 mengamanatkan kejaksaan untuk melakukan pendampingan dan pengawalan penggunaan dana desa melalui program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa).

 

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tengah, Andi Hendrayaya, SH, MH, melalui Kepala Seksi Intelijen, Hasrul, SH, menegaskan bahwa aplikasi ini bukan sekadar alat pemantauan, tetapi juga sebagai bentuk pengawalan dan pendampingan kepada aparatur kampung. “Aplikasi ini membantu perangkat desa dalam mencegah potensi penyalahgunaan wewenang serta memastikan penggunaan anggaran desa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Dengan adanya sosialisasi dan penerangan hukum yang dilakukan oleh Jaksa Garda Desa, Kejaksaan berkomitmen untuk terus mengawal pengelolaan dana desa. Evaluasi program akan dilakukan secara berkesinambungan demi kesejahteraan masyarakat desa di Kabupaten Aceh Tengah.

Rill

 

Berita Terkait

Dapur MBG SPPG – Yayasan Kemala Bhayangkari distribusikan ke 16 sekolah di kecamatan Lut Tawar
Pencarian Warga Diduga Hanyut di Sungai Kala Linge Berlanjut, Polres Aceh Tengah dan Tim Gabungan Sisir Hingga Hilir
‎Kunjungan Mendagri Muhammad Tito Karnavian Disambut Langsung Bupati Haili Yoga
Dandim 0106/Aceh Tengah Dampingi Mendagri Tinjau Lokasi Tanah Amblas di Ketol
Anggota Koramil 05/Linge Bersama Personel Yon TP 854/DK Bantu Siswa SMP Menyeberang Demi Keselamatan
Momentum Apel Kesadaran Nasional, Pemkab Aceh Tengah Luncurkan Inovasi Digital “LEPAT” dan “Portal GEMASIH”
Rumah Rusak Tak Masuk Data, Aharuddin Minta Perkim dan BPBD Aceh Tengah Turun Langsung Verifikasi Lapangan
“Saweu Sikula”, Cara Humanis Polres Aceh Tengah Menyemai Disiplin dan Karakter Pelajar
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:14 WIB

Dapur MBG SPPG – Yayasan Kemala Bhayangkari distribusikan ke 16 sekolah di kecamatan Lut Tawar

Senin, 20 April 2026 - 13:31 WIB

Pencarian Warga Diduga Hanyut di Sungai Kala Linge Berlanjut, Polres Aceh Tengah dan Tim Gabungan Sisir Hingga Hilir

Senin, 20 April 2026 - 12:53 WIB

‎Kunjungan Mendagri Muhammad Tito Karnavian Disambut Langsung Bupati Haili Yoga

Senin, 20 April 2026 - 12:01 WIB

Dandim 0106/Aceh Tengah Dampingi Mendagri Tinjau Lokasi Tanah Amblas di Ketol

Senin, 20 April 2026 - 04:45 WIB

Momentum Apel Kesadaran Nasional, Pemkab Aceh Tengah Luncurkan Inovasi Digital “LEPAT” dan “Portal GEMASIH”

Senin, 20 April 2026 - 04:12 WIB

Rumah Rusak Tak Masuk Data, Aharuddin Minta Perkim dan BPBD Aceh Tengah Turun Langsung Verifikasi Lapangan

Senin, 20 April 2026 - 04:00 WIB

“Saweu Sikula”, Cara Humanis Polres Aceh Tengah Menyemai Disiplin dan Karakter Pelajar

Senin, 20 April 2026 - 03:55 WIB

Monitoring TKA SD Tahun 2026, Sekda Aceh Tengah : TKA Jadi Dasar Evaluasi Kemampuan Siswa

Berita Terbaru