ACEH TENGAH – Ketua DPRK Aceh Tengah, Fitriana Mugie, menyalurkan bantuan masa panik kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Desa Paya Jeget, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah.
Kebakaran yang melanda permukiman warga tersebut menghanguskan sedikitnya 96 unit rumah. Musibah itu juga menyebabkan dua warga dilaporkan sempat mengalami luka bakar.
Kedatangan Ketua DPRK Aceh Tengah menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
Fitriana Mugie turut menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Jagong Jeget. Ia berharap para korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Kita semua turut berduka cita atas musibah yang melanda masyarakat Jagong Jeget. Tempat tinggal saudara-saudara kita kini telah hangus dilalap api. Semoga di balik musibah ini ada hikmah yang diberikan Allah SWT dan saudara-saudara kita diberikan kesabaran serta kekuatan,” ujar Fitriana Mugie.
Di sela-sela kegiatan, Fitriana juga menyerahkan bantuan masa panik secara langsung kepada para korban. Selain bantuan, ia memberikan semangat dan dukungan moril agar masyarakat tidak larut dalam kesedihan dan tetap tabah menghadapi kondisi yang terjadi.
“Semoga di balik musibah ini Allah memberikan hikmah kepada saudara-saudara kita semua. Tetap kuat dan sabar. Kami turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Fitriana menegaskan bahwa musibah kebakaran tersebut menjadi perhatian bersama. Menurutnya, korban tidak hanya membutuhkan bantuan dalam bentuk kebutuhan pokok, tetapi juga dukungan dan perhatian selama masa pemulihan.
Ia berharap bantuan dari berbagai pihak dapat terus mengalir sehingga kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang berharga dalam peristiwa tersebut.
Musibah kebakaran ini juga diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak.
Pemerintah daerah, unsur legislatif, aparat keamanan, relawan, serta masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi dalam penanganan korban hingga proses pemulihan pascakebakaran selesai.






