Bener Meriah – pilargayonews.com |SD Negeri Merie I yang berada di Kampung Merie Satu, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, saat ini berada dalam kondisi rawan bencana. Sekolah tersebut terancam longsor akibat pergerakan tanah di bagian belakang bangunan sekolah yang hingga kini belum mendapat penanganan serius.
Pantauan di lokasi menunjukkan tebing tanah di belakang gedung sekolah telah mengalami longsoran cukup dalam. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena jarak antara tebing dan bangunan sekolah semakin dekat, terlebih saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
Plt. Kepala SD Negeri Merie I, Andika Fajri, S.Pd, menjelaskan bahwa peristiwa longsor tersebut sebenarnya telah terjadi sejak November 2025. Ia menyebutkan posisi sekolah yang berada di atas bukit membuat kawasan tersebut sangat rawan terhadap bencana longsor.
“Kejadian longsor ini sebenarnya sudah terjadi sejak November 2025. Posisi sekolah kami berada di atas bukit dan sangat rawan longsor, terutama saat hujan deras. Kami berharap ada solusi dari pemerintah agar proses belajar mengajar bisa berlangsung dengan aman dan tidak mengancam keselamatan siswa maupun guru,” ujar Andika Fajri, Selasa, 6 Januari 2026.
Menurutnya, hingga saat ini kegiatan belajar mengajar masih tetap berjalan, namun dengan rasa waswas baik dari pihak sekolah maupun para orang tua siswa. Pihak sekolah berharap adanya peninjauan langsung dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan, baik berupa penguatan tebing, pembangunan talud, maupun solusi teknis lainnya.
Kekhawatiran juga disampaikan oleh salah seorang wali murid SD Negeri Merie I. R (38), warga Kampung Merie Satu, mengaku tidak tenang setiap kali mengantarkan anaknya ke sekolah.
“Kami sebagai orang tua sangat khawatir melihat kondisi sekolah saat ini. Kalau hujan turun, rasa cemas itu semakin besar. Kami berharap pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Para wali murid berharap keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama, mengingat sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar.
Masyarakat Kampung Merie Satu bersama pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, khususnya Dinas Pendidikan dan instansi teknis terkait, segera mengambil langkah konkret untuk menangani kondisi tersebut. Penanganan dini dinilai sangat penting guna mencegah risiko yang lebih besar dan menjamin keberlangsungan pendidikan yang aman bagi para siswa.






