LSM Kaliber: 100 Hari Kerja Bupati Pemerintahan Harus Buktikan Janji Awal, Program Unggulan Belum Tampak

- Editor

Selasa, 10 Juni 2025 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara, Pilargayonews.com: Memasuki akhir periode 100 hari kerja pertama Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara, M.Salim Fakhry – dr Heri Al-Hilal sorotan tajam datang dari Ketua LSM Kaliber.

Ketua LSM Kaliber Zoel Kenedi , secara terbuka mempertanyakan sejauh mana realisasi dari program-program prioritas yang telah dijanjikan oleh pasangan kepala daerah tersebut sejak dilantik pada 16 Februari 2025, dalam keterangannya pada. Selasa 10 Juni 2025

Zoel Kenedi menilai bahwa hingga saat ini, sejumlah komitmen yang pernah disampaikan kepada publik belum menampakkan hasil konkret di tengah masyarakat.

Padahal, menurutnya, program 100 hari kerja merupakan etalase awal yang semestinya mencerminkan keseriusan dan kesiapan pemerintahan dalam menunaikan janji politik secara bertanggung jawab.

Beberapa program unggulan yang sebelumnya dipublikasikan secara luas meliputi

Layanan Kesehatan untuk ibu Hamil (Bumil) di setiap Puskemas ,selain Puskesmas rawat inap dengan tenaga medis siap sedia dan fasilitas memadai juga dijanjikan tersedia.membayarkan gaji tenaga honorer dan lain sebagainya

Pendidikan untuk Semua: Pemberian beasiswa dari tingkat dasar hingga sarjana, namun sampai saat ini belum tampak dengan nyata program tersebut berjalan

 

Zoel Kenedi yang dikenal dengan ZK Agara menyayangkan bahwa hingga minggu pertama Mei, belum ada indikator terukur atau laporan terbuka dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara yang menunjukkan kemajuan dari janji-janji tersebut, yang ada hanya prestasi urutan buncit dalam indeks birokrasi reformasi seluruh Aceh

“Program yang dijanjikan sangat menyentuh kebutuhan masyarakat. Namun kita belum melihat langkah nyata di lapangan. Ini bukan soal politis, ini soal integritas dan akuntabilitas kepada rakyat,” sebut ZK Kaliber.

Baca Juga:  Pj. Sekda Aceh Tengah Mursyid Buka RRI Fest 2025, Galakkan Gerakan Hijau dan Peduli Lingkungan

Dalam kapasitasnya sebagai sosial kontrol, ZK menyebutkan kritik ini sebagai bentuk partisipasi publik dan dorongan agar pemerintah Aceh Tenggara lebih terbuka kepada masyarakat.

Ia berharap pemerintah tidak alergi terhadap masukan, dan justru menjadikan kritik sebagai energi perbaikan.

“Masyarakat berhak tahu apa yang sudah dan belum dikerjakan. Transparansi adalah kunci menjaga kepercayaan publik. Kami ingin janji tidak berhenti di baliho dan pidato, tapi benar-benar diwujudkan,” tegasnya.

*Harapan di Tengah Kekecewaan*

ZK Kaliber menekankan bahwa yang ia sampaikan bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Ia juga berharap Bupati dan Wakil Bupati tidak alergi terhadap masukan dari masyarakat dan kawan-kawan media sebab kritik yang membangun adalah bagian dari proses demokrasi, ujarnya

“Kami hanya ingin memastikan bahwa janji politik yang telah disampaikan kepada rakyat Aceh Tenggara tidak berhenti sebagai retorika belaka.

Waktu seratus hari memang singkat, tetapi seharusnya cukup untuk menunjukkan langkah awal yang jelas,” tambahnya.

Menjelang berakhirnya masa 100 hari kerja, masyarakat Aceh Tenggara menanti kejelasan. Pemerintah diharapkan segera menyampaikan laporan progresif, lengkap dengan indikator pencapaian, tantangan, serta langkah-langkah tindak lanjut yang akan ditempuh ke depan.

“Kami tidak menuntut semuanya selesai dalam 100 hari, tapi setidaknya harus ada pijakan awal yang konkret dan bisa diverifikasi publik,” tutup ZK (Red).

Berita Terkait

Masyarakat Nasabah Tuntut Evaluasi PT. PNM Mekar, Bupati Haili Lakukan Mediasi Kedua Belah Pihak
Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Bupati Aceh Tengah Ajak Tingkatkan Kualitas Shalat dan Kesabaran Pascabencana
‎ ‎Ketua KALIBER Aceh Bantah Tudingan Masuk Tanpa Izin ke Gudang BPBD Aceh Tenggara ‎
KALIBER Aceh Desak Audit Dana Desa Kuta Tengah Tahun 2022–2023, Diduga Sarat Penyimpangan
‎Dekna Cake Bersama BFLF Indonesia, Kongsi Kasih dan RIS Studio Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Kampung Tirmiara
Menteri Pertanian RI Terapkan Skema Padat Karya untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana, Upah Petani Dibayar Pemerintah Pusat
Dana Tunggu Hunian Cair, Di Tengah Pemulihan Bencana Warga Aceh Tengah Mulai Tersenyum
Dana Rp 10,7 Miliyar Jalan Nasional Kutacane -Gayo Lues Oleh PT. Segon Karya Alcantara Jadi tempat Hantu Bermain
Berita ini 141 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:42 WIB

Masyarakat Nasabah Tuntut Evaluasi PT. PNM Mekar, Bupati Haili Lakukan Mediasi Kedua Belah Pihak

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:18 WIB

Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Bupati Aceh Tengah Ajak Tingkatkan Kualitas Shalat dan Kesabaran Pascabencana

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:10 WIB

KALIBER Aceh Desak Audit Dana Desa Kuta Tengah Tahun 2022–2023, Diduga Sarat Penyimpangan

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:38 WIB

‎Dekna Cake Bersama BFLF Indonesia, Kongsi Kasih dan RIS Studio Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Kampung Tirmiara

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:53 WIB

Menteri Pertanian RI Terapkan Skema Padat Karya untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana, Upah Petani Dibayar Pemerintah Pusat

Rabu, 14 Januari 2026 - 04:41 WIB

Dana Tunggu Hunian Cair, Di Tengah Pemulihan Bencana Warga Aceh Tengah Mulai Tersenyum

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:05 WIB

Dana Rp 10,7 Miliyar Jalan Nasional Kutacane -Gayo Lues Oleh PT. Segon Karya Alcantara Jadi tempat Hantu Bermain

Selasa, 13 Januari 2026 - 05:30 WIB

‎ ‎Koramil 04/Bintang Awasi Pembersihan Longsor Jalan Takengon–Serule, Progres Capai 60 Persen

Berita Terbaru